spot_img
Jumat, Maret 1, 2024
spot_img

Dikabarkan, Raja Salma Wafat atau dalam Menjelang Kematian?

KNews.id- Raja Salman dari Arab Saudi kemungkinan besar sudah wafat atau saat ini sedang dalam menjelang kematian, kata pengungkap fakta dan aktivis Twitter, Mujtahid, di Saudi pada hari Sabtu, setelah berita bahwa pemerintah Saudi telah menahan dua tokoh kerajaan yang paling terkenal karena dugaan upaya kudeta.

Dalam sebuah postingan di akun Twitter-nya pada hari Sabtu, Mujtahid, mengatakan Raja Salman sudah wafat atau di ambang pintu kematian. Dia menjelaskan bahwa puluhan orang dari keluarga kerajaan telah ditahan, tidak hanya Pangeran Ahmed bin Abdulaziz al-Saud, saudara Raja Salman, dan keponakan raja Pangeran Mohammed bin Nayef.

- Advertisement -

“Staf pengadilan, personil istana kerajaan, dan anggota penjaga kerajaan telah diberitahu bahwa mengunjungi raja tidak mungkin karena kondisi kesehatannya,” kata Mujtahid, dilansir Ifpnews, Sabtu (7/3).

Pelapor juga mencatat bahwa Putra Mahkota Mohammed bin Salman akan mengeluarkan pernyataan atas nama ayahnya untuk menyatakan pengunduran diri raja.

- Advertisement -

Pernyataan itu diharapkan untuk mendeklarasikan Mohammed bin Salman sebagai penerus raja, katanya, sambil menambahkan, “Apa yang terjadi pada raja? Kami akan segera mengumumkan. ” Mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

Wall Street Journal melaporkan pada hari Jumat bahwa Pangeran Ahmed bin Abdulaziz al-Saud dan Pangeran Mohammed bin Nayef telah dijemput dari rumah mereka pada Jumat pagi oleh penjaga kerajaan setelah dituduh melakukan pengkhianatan.

Benarkah terdapat Kudeta?

Empat pangeran senior termasuk dua anggota keluarga kerajaan Saudi yang paling terkemuka telah ditahan di ibu kota Saudi, Riyadh, sebuah langkah yang disebut-sebut dirancang untuk semakin memperkuat posisi penguasa de facto kerajaan, menurut dua orang yang dekat dengan penguasa Saudi.

Pangeran Ahmed bin Abdulaziz, paman Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dan salah satu sepupunya, Mohammed bin Nayef, ditahan Jumat pagi, kata orang-orang, yang meminta syarat anonim untuk membahas masalah-masalah internal Saudi yang sangat sensitif.

Setidaknya 20 pangeran telah ditangkap karena diduga menjadi bagian dari kudeta untuk menggulingkan putra mahkota, yaitu Muhammad bin Salman dikenal sebagai MBS, demikian dilaporkan Middle East Eye, Sabtu (7-3).

Empat nama sejauh ini diketahui MEE, mereka adalah Pangeran Ahmed (Putranya Pangeran Nayef bin Ahmed bin Abdulaziz), Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Angkatan Darat, mantan Putra Mahkota Mohammed bin Nayef; dan saudara tirinya Nawaf. Putra mahkota telah mengkonsolidasikan kekuasaannya selama beberapa tahun terakhir, berusaha membungkam kritik dan perbedaan pendapat di dalam dan luar negeri.

Meskipun ia telah berhasil memusatkan otoritas di tangannya sendiri ke tingkat yang sangat tidak biasa di kerajaan, tidak jelas oposisi macam apa yang mungkin ia hadapi untuk menjadi raja ketika ayahnya yang sudah lanjut usia meninggal. Juga tidak pasti apa yang mendorong terjadinya penahanan tersebut. (Fahad Hasan&Wall Street Journal)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini