spot_img
Jumat, Februari 23, 2024
spot_img

Kalangan Milenial Sebut Perilaku Gibran Tak Cerminkan Anak Muda

KNews.id – Tingkah laku calon wakil presiden (cawapres) Gibran Rakabuming Raka saat debat cawapres kedua masih jadi perbincangan. Prilakunya di panggung debat cawapres ramai mendapat hujanan kritik karena dinilai tidak memiliki etika saat berdebat dengan dua cawapres yang menjadi rivalnya.

Komika dan aktor Fico Fachriza, berpendapat bahwa anak muda memang perlu kritis sekaligus santai. Meski begitu, hal tersebut tidak berarti membenarkan apa yang dilakukan Gibran.

- Advertisement -

“Emang anak muda tuh santuy, kritis, dan nyeleneh kalau bercanda. Tapi salah ya salah. Masalahnya kan ini gak bercanda, dia baru mau mimpin negara aja udah berulang-ulang kena masalah etik,” cuit Fico di media sosial X, Jumat (26/1/2024).

Tagar #GibranBukanKami

- Advertisement -

Cuitan bertagar #GibranBukanKami itu ramai direspons netizen yang ikut mengecam sebagai bentuk penolakan sikap Gibran.

Sementara itu, Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Neni Nurhayati menyayangkan sikap cawapres Gibran saat debat.

“Gibran saat ini menjadi ikon anak muda di politik, tapi sikapnya saat debat kemarin semakin mengaburkan keterlibatan anak muda yang berkualitas dalam politik,” ujar Neni . Lebih lanjut, Neni mengatakan bahwa kematangan menjadi cawapres penting dimiliki setiap calon. “Tingkat kematangan sikap cawapres terlihat. Makanya kenapa undang-undang mengatakan minimal usia 40 tahun,” lanjut Neni.

Sebelumnya, hal senada diungkapkan sastrawan sekaligus peneliti, Okky Madasari, ia mendukung kepemimpinan anak muda, tapi dengan cara dan proses yang tidak melanggar hukum.

“Saya mendukung kepemimpinan anak muda, tapi ketika ada anak muda yang kemampuannya dipaksakan, apalagi dengan repot-repot mengubah aturan demi memberi karpet merah pada dia, jelas keberadaan Gibran akan menjadi sebuah preseden buruk bagi proses demokrasi kita,” ujar Okky dalam siniar Abraham Samad.

Okky meragukan pemahaman cawapres Gibran tentang hakikat pejabat publik yang seharusnya berbicara soal kebijakan publik dan paradigma pembangunan. “Saya khawatir Gibran belum memahami itu,” pungkas Okky.   (Zs/MI)

- Advertisement -

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Berita