spot_img
Rabu, April 17, 2024
spot_img

Telkom Investasikan Rp 3,5 Triliun untuk Satelit Merah Putih 2

 

KNews.id – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menginvestasikan sebesar Rp 3,5 triliun untuk membangun Satelit Merah Putih 2. Satelit yang dikembangkan perseroan bersama anak usahanya, Telkomsat, ini memakan waktu pengerjaan sekitar dua tahun terhitung sejak akhir 2021.

- Advertisement -

Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim menjelaskan, investasi sebesar Rp 3,5 triliun itu untuk membiayai mulai dari total sistem sampai ground segmen. Nantinya, sebagian besar dari kapasitas satelit tersebut akan digunakan Telkom sebagai pengalur jaringan (backhaul).

“Jadi, sampai sekarang sudah cukup banyak vsat operator yang menyatakan keinginannya untuk menjadi customer kami dan sudah ada demand di antara mereka. Pada saatnya, kami umumkan ke media yang sudah siap untuk melakukan kontrak kami dalam waktu dekat,” ujar Lukman dalam konferensi pers.

- Advertisement -
Oleh sebab itu, Lukman berkeyakinan, rencana bisnis TLKM di industri satelit ini akan dapat terdeliver dengan baik dan memberikan manfaat kepada masyarakat luas.

Secara spesifik, dia menyebut, segmen pelanggan yang akan menjadi sasaran utama dari kehadiran Satelit Merah Putih 2 ini adalah segmen wholesale dan enterprise. Rinciannya, wholesale itu meliputi vsat operator yang akan melakukan deselling terhadap kapasitas satelit dan mobile operator yang akan memanfaatkan satelit TLKM sebagai backhaul.

Sementara dari segmen enterprise, Lukman melihat, adanya potensi besar dari para pelaku usaha di industri pertambangan (mining) terutama bagi mereka yang memiliki area yang tidak terjangkau oleh layanan terrestrial.

- Advertisement -

Selain pertambangan, potensi juga datang dari sektor maritim. Dirinya meyakini, segmen maritim akan selalu menjadi area pasar yang menjanjikan bagi bisnis satelit. Sebab, layanan terrestrial akan terbatas untuk masuk lebih jauh ke area maritim.

“Mungkin, layanan terrestrial itu hanya mampu menjangkau maksimal 12-15 km dari bibir pantai dan sisanya menjadi area maket satelit bisnis,” ujar dia.

Merespons potensi persaingan dengan Starlink, satelit milik Elon Musk, Lukman mengatakan, TLKM melalui Telkomsat sudah mempunyai kontrak dengan Starlink untuk penyediaan backhaul services.

Telkom Terus Perkuat Bisnis Satelit

So far, kita bisa atur dengan portofolio produk yang tepat,” imbuhnya.

Kemudian, dilihat dari sisi kapasitas, Lukman menuturkan, Starlink memiliki kapasitas yang lebih besar ketimbang Satelit Merah Putih 2, sehingga Starlink akan lebih fokus melayani pelanggan yang membutuhkan bandwidth besar di atas 100 megabyte.

Sedangkan, bagi pelanggan yang memerlukan bandwidth di bawah 25 megabyte per detik akan menjadi target pasar Satelit Merah Putih 2. “Jadi, itu sudah masuk di dalam hitungan kami dan kami pikir, strategi ini sudah cukup untuk membuat rencana bisnis kami tercapai baik dari sisi bisnis Starlink maupun bisnis Satelit Merah Putih 2,” tutup Lukman.  (Zs/ID)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini