Masih Banyak yang Bingung, Waktu Tepat Baca Alfatihah Ketika Shalat Jamaah

Ustadz Abdul Somad atau UAS (IST)

KNews.id – Sebagian umat muslim mungkin masih banyak yang belum mengetahui atau ragu kapan waktu yang tepat membaca Alfatihah ketika menunaikan ibadah shalat berjamaah. Seperti diketahui, membaca Al Fatihah ketika menunaikan ibadah shalat hukumnya wajib.

Surah Al Fatihah termasuk dalam 13 rukun shalat.

Oleh karena itu, surah pertama dalam urutan mushaf Alquran ini wajib dibaca dan tidak boleh ditinggalkan, baik itu pada shalat fardhu maupun shalat sunnah. Jika ditinggalkan secara sengaja, maka shalat yang dilakukan tidak dianggap alias tidak sah.

Hal ini juga disebutkan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari berikut.

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَامِتِ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لاَ صَلَاةَ لِمَنْ لَمْ يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ [رَوَاهُ البُخَارِي]

Artinya: dari ‘Ubadah bin Shamit (diriwayatkan), Rasulullah SAW bersabda, tidak sah shalat bagi orang yang tidak membaca Fatihatul-Kitab (Al-Fatihah) [HR Bukhari No. 723].

Membaca surah Al Fatihah dilakukan pada setiap rakaat dalam shalat. Baik itu saat mengerjakan shalat secara sendiri atau secara berjamaah. Ketika menunaikan shalat sendiri, surah Al Fatihah dibaca setelah takbir dan membaca doa iftitah pada rakaat pertama.

Lalu pada rakaat selanjutnya dibaca usai bangkit setelah sujud. Sementara ketika menunaikan shalat secara berjamaah, pada waktu-waktu shalat tertentu imam akan membaca Al Fatihah secara keras atau jahr. Disamping itu, diketahui pula bahwa makmum tidak boleh mendahulukan imam ketika menunaikan shalat secara berjamaah.

Lalu, kapan waktu yang tepat bagi makmum membaca surah Al Fatihah? Apakah serentak dengan imam atau setelah imam selesai membacanya? Mengenai soal penempatan atau kapan makmum mulai membaca Al Fatihah saat melakukan shalat secara berjamaah, sebenarnya sudah pernah dibahas oleh Ustad Abdul Somad.

Kapan makmum mulai baca Al Fatihah?

Dijelaskan Ustad Abdul Somad dalam video yang diunggah YouTube Nita Agustari, dalam mazhab Syafi’i, ada dua pendapat yang membahas soal kapan makmum mulai membaca Al Fatihah.

“Kalau kita ikut mazhab Syafi’i, kapan makmum Baca Alfatihah? Dua pendapat,” kata ustadz yang akrab disapa UAS ini.

Pendapat pertama dalam mazhab Syafi’i, kata Ustad Abdul Somad dalam video tersebut, menyebutkan bahwa makmum baru membaca Al Fatihah setelah imam membacanya. Tepatnya setelah imam mengakhiri Al Fatihah dengan bacaan ‘Aamiin’.

“Pendapat pertama, selesai imam baca Al Fatihah. Ghairil maghdubi ‘alaihim wa laa ad-dhaaalin. Aamiin,” terang UAS. “Disitu dia (makmum) baru baca Al Fatihah,” lanjutnya.

Yaitu setiap imam selesai membaca satu ayat Al Fatihah, makmum mengikutinya. “Pendapat kedua, diikutinya bacaan imam, atau serentak dia dengan imam,” “Begitu imam selesai baca Al Fatihah, dia tak baca lagi,” tambah Ustad Abdul Somad.

UAS pun kemudian mengungkapkan pendapat mana yang diikutinya. Antara dua pendapat itu, Ustad Abdul Somad sendiri lebih memilih mengikuti pendapat yang pertama. Yaitu membaca Al Fatihah setelah imam selesai membacanya.

“Ustad, pendapat mana yang ustad pilih? Saya membaca Al Fatihah setelah imam membaca Al Fatihah,” sebutnya.

Hukum makmum baca Al Fatihah

Ustad Abdul Somad dalam video yang sama juga menjelaskan mengenai hukum makmum membaca Al Fatihah saat menunaikan ibadah shalat secara berjamaah. Mengenai persoalan ini, kata UAS, ada tiga hukum dari 3 mazhab yang membahasnya.

“Tentang masalah makmum baca Al Fatihah, ada tiga mazhab,” sebut UAS. Menurut mazhab Syafi’i, jelasnya, makmum wajib membaca Al Fatihah meskipun imam sudah membacanya.

“Ketika ustad membaca Al Fatihah, maka makmum diam. Setelah selesai dia baca Fatihah maka dalam mazhab Syafi’i makmum membaca Al Fatihah,” terang UAS.

Ustad Abdul Somad pun memberikan dalil yang menguatkan pendapat ini.  (Zs/Trbn)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini