spot_img
Rabu, Juni 26, 2024
spot_img

Tak Terima Ratusan Ribu Paket TKW Membusuk Tertahan di Bea Cukai, Kepala BP2MI lantang: Kekacauan Yang di Buat Negara

KNews.id –  Benny Rhamdani, kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) secara tegas meminta agar barang-barang kiriman para TKW atau PMI untuk segera disalurkan.

Hal tersebut diutarakannya dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @bennybranirhamdani.

- Advertisement -

Pada video yang dihadiri oleh anggota BP2MI lain, ia menegaskan dan meminta pemerintah segera bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi. Diketahui jika ratusan ribu dos paket yang dikirim para tenaga kerja di luar negeri masih tertahan di pelabuhan.

Dalam kunjungannya ke Bea Cukai Semarang pada April 2024 lalu, pria paruh baya ini menemukan tumpukan paket milik para pekerja yang tertahan. Bahkan banyak makanan yang ditemukan dalam keadaan rusak dan kedaluwarsa dan tak bisa dikonsumsi.

- Advertisement -
Benny Rhamdani kepala BP2MI (Instagram @bennybranirhamdani)

Hal ini pun kembali disinggung dalam forum resmi tersebut dan agar pemerintah segera mengambil keputusan dengan cepat.

“Barang-barang yang terlanjur tertahan di pelabuhan hingga saat ini yang puluhan ribu atau ratusan ribu dos yang telah mengalami kerusakan atas makanan-makanan yang dikirim PMI, ini harus ada keputusan yang cepat,” ujarnya.

- Advertisement -

Tak hanya itu, ia pun menyebut jika tertumpuknya barang tersebut tak terlepas dari kekacauan aturan yang diberlakukan pemerintah. “Karena apa? Tertumpuknya barang ini tak terlepas dari kekacauan aturan yang kemarin diterbitkan, saya menyebutnya kekacauan,” ujarnya.

Ia pun meminta agar hal ini menjadi bahan instrospeksi pemerintah untuk kebijakan yang diberlakukan jangan sampai rakyat khususnya para PMI yang menjadi korbannya.

“Jangan sampai karena kekacauan yang dibuat oleh negara, rakyat yang dikorbankan, justru itu jadi bahan introspeksi negara, cara minta maaf menebus dosa dengan mengeluarkan semua barang,” tegasnya.

Diketahui jika sebelumnya berlaku ketentuan pembatasan jenis dan jumlah barang dalam Permendag no 36 tahun 2023. Kini Barang Kiriman PMI diberikan Pembebasan Bea Masuk dengan nilai pabean sebanyak 500 dolar AS setiap pengiriman, paling banyak tiga kali pengiriman per tahun untuk PMI yang tercatat atau paling banyak 1,500 dolar AS per tahun.

Apabila terdapat kelebihan dari nilai barang dimaksud maka atas kelebihan nilai tersebut akan diperlakukan sebagai Barang Kiriman biasa (Non-PMI) dan dikenakan Bea Masuk sebesar 7,5 persen sesuai PMK 141/2023.

(Zs/Hop)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini