spot_img
Jumat, Juli 19, 2024
spot_img

BNI Mencapai Kredit Korporasi Rp287,4 T di 2021

KNews – BNI mencapai kredit korporasi Rp287,4 T di 2021. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk terus melakukan akuisisi nasabah baru sekaligus ekspansi pembiayaan pada proyek berkualitas di tengah pemulihan ekonomi nasional.

Hal ini dilakukan guna mengoptimalkan bisnis korporasi yang terus tumbuh.

- Advertisement -

Bank yang memiliki kode saham BBNI ini membukukan penyaluran kredit korporasi BNI sebesar Rp 287,4 triliun hingga akhir 2021. Nilai ini naik 3,5% secara year on year (yoy).

Penyaluran terbesar dikontribusi oleh korporasi swasta yang tumbuh 7,6% secara tahunan menjadi Rp 180,4 triliun.

Pertumbuhan kredit ini pun diikuti dengan peningkatan daya saing suku bunga kredit di posisi 7,11%, turun 84 basis poin dari 2020 yang berada pada 7,95%.

Akuisisi nasabah korporasi BNI tahun lalu pun tergolong positif seperti Garudafood, Protelindo, Indofood, Ciputra, dan Mayora.

- Advertisement -

Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir menyampaikan perseroan akan tetap proaktif mengupayakan peningkatan kinerja segmen korporasi pada tahun ini.

Terlebih, momentum pemulihan pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh optimisme terhadap keberlangsungan program vaksinasi dalam rangka penanganan pandemi masih sangat positif.

Laju inflasi juga diperkirakan sangat terkendali sehingga menjadi stimulan pada pertumbuhan kredit sekaligus serta kualitas aset yang lebih baik.

“Pertumbuhan kredit korporasi kami masih sangat positif dan akan tetap kami jaga pada tahun ini. Kami akan terus mengakuisisi nasabah baru serta ekspansi pembiayaan pada proyek berkualitas baik dengan skema sindikasi maupun penyaluran fasilitas langsung ke individu perusahaan,” kata di dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Rabu (23/2).

Lebih lanjut Silvano bilang, ekspansi kredit korporasi tahun ini pun akan tetap berdaya saing seiring dengan komposisi dana murah BNI yakni 69,4%. Hal ini pun menjadi bantalan bagi BNI yang mana suku bunga acuan BI (BI 7 days RR) diproyeksikan akan naik ke level 3,5%-4% di tahun ini.

“Kami telah menetapkan langkah strategis untuk mengoptimalkan dana berbiaya murah (CASA) dalam mendukung ekspansi bisnis yang lebih agresif kepada pelaku industri utama di sektor-sektor ekonomi unggulan,” pungkas Silvano. (RKZ/kkci)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini