spot_img
Senin, April 15, 2024
spot_img

Pemerintah Mengincar 30 Juta UMKM Go-Digital di 2023!

KNews.id- Pemerintah menargetkan 30 juta atau 62% dari pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk bisa go digital pada 2023 mendatang. Target tersebut, didorong melalui program pemerintah Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno melaporkan, sebelum adanya Gernas BBI tercatat sebanyak 8 juta UMKM yang go digital. Saat ini, sudah sebanyak 21 juta UMKM onboarding di e-commerce.

- Advertisement -

Bila sesuai target pada tahun 2023, sebanyak 30 juta UMKM yang go digital, maka akan menggerakan 1,7% tambahan pertumbuhan ekonomi dan 2 juta lapangan kerja baru.

“Potensi transaksi pembelian dalam negeri yang kita targetkan Rp500 triliun, tulang punggungnya ada di kita semua pelaku usaha UMKM. Bukan hanya bangga produk buatan Indonesia tapi juga beli produk kreatif lokal kita,” kata Sandiaga Uno dalam acara Ceremony & Harvesting Gernas BBI Sumatera Barat, Jumat, 16 September 2022.

- Advertisement -

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi menambahkan, OJK sebagai regulator melihat ditengah adanya ancaman stagflasi dan inflasi, perekonomian nasional harus didorong dengan pengembangan pusat ekonomi baru daerah.

“Kami bersama Kemenparekraf melakukan banyak program untuk bagaimana menggiatkan ekonomi-ekonomi di daerah, karena UMKM kita sudah naik kelas dan kami akan terus mendukung program ini,” ujar Friderica.

- Advertisement -

Selain itu, OJK juga akan terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan agar dapat melindungi dari skema – skema penipuan sistem keuangan bagi masyarakat dan khsusnya UMKM.

“Kita tidak bisa kerja sendiri, kita mengajak perbankan akan sama-sama meningkatkan literasi keuangan untuk melindungi masyarakat dari skema-skema penipuan keuangan,” jelas Friderica. (Ade)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini