Bila dicermati, kedua figur tersebut tak melakukan pelanggaran konstitusi yang sangat serius, sehingga bisa saja Boris Jhonson atau Liz Truss mempertahankan jabatannya sebagai PM Inggris. Namun, budaya malu lah yang membuat keduanya bisa bersikap kesatria untuk lengser dari singgasana. Dua figur tersebut juga menyadari bahwa kepentingan rakyat jauh lebih besar ketimbang mereka.
Nah, kisah Boris Jhonson dan Liz Truss yang mengundurkan diri sebagai PM Inggris berbeda dengan Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc yang juga memilih mundur dari jabatannya pada Selasa (17/1). Pria yang lahir 20 Juli 1954 itu memilih lengser karena merasa bertanggung jawab atas kejahatan korupsi yang dilakukan sejumlah menteri kabinet dan pejabat.
Bagaimana dengan Indonesia?




