Wow… PTPN VII Merugi Hingga Rp20,3 M?

KNews.id- PT Perkebunan Nusantara VII (PTPN VII) memiliki dua unit pabrik gula yaitu Pabrik Gula (PG) Cinta Manis di Provinsi Sumatera Selatan dan PGBunga Mayang di Provinsi Lampung. Pasokan bahan baku tebu yang digiling pada kedua PG tersebut berasal dari Tebu Sendiri yaitu Kebun Inti (TS), Tebu Rakyat (TR) dan Tebu Rakyat Bebas (TRB). Namun,terhadap pengawasan dan pengendalian tanaman tebu giling pada PG Bungamayang dan PG Cinta Manis tahun 2016 serta tahun 2017 belum optimal sehingga terjadi kerugian perusahaan sebesar Rp20.338.306.407,06.

Dikutip Tim Investigator KA atas dokumen Laporan Produktivitas Kebun Tebu Tahun 2016 dan 2017 menunjukkan terdapat areal Kebun Tebu Giling (KTG) pada PG Cinta Manis dan PG Bunga Mayang yang dilikuidasi di kebun dan tidak menghasilkan bahan baku tebu, dengan penjelasan sebagai berikut:

  • PG Cinta Manis

Berdasarkan laporan analisis pendahuluan dan taksasi Maret 2016, luas kebun TS PG Cinta Manis untuk Tahun Giling 2016 dan 2017 masing-masing 10.848,50 Ha dan 10.849,80 Ha. Hasil pemeriksaan data Realisasi ProduksiKTG2015/2016 dan 2016/2017 TS menunjukkan realisasi luas KTG yang ditebang. Hal ini menunjukkan adanya kenaikan likuidasi tebu yang signifikan dari tahun 2016 ke tahun 2017 yaitu sebesar 2.542,33% (dari 46,30 Ha menjadi 1.177,10 Ha),sehingga terdapat dua faktor penyebab likuidasi yaitu faktor eksternal/di luar kendali PG dan faktor internal/dalam kendaliPGdengan uraian sebagai berikut:

1) Faktor Eksternal, antara lain: 
Kebakaran lahan pada tahun 2016 seluas 44,00 Ha dan mengalami peningkatan yang signifikan Tahun 2017 menjadi 764,30 Ha. Pada setiap kejadian lahan terbakar/dibakar dituangkan dalam Berita Acara Tebu Terbakar Tidak Tertebang yang ditandatangani oleh masing-masing Asisten Afdeling, Asisten Kepala Rayon, Manajer Kebun dan diketahui General Manager Distrik Cima. Terdapat kerbau masyarakat yang digembala di areal kebun Tebu sehingga merusak tanaman tebu giling seluas 11,70 Ha. Peristiwa kerusakan tanaman tebu akibat kerbau masyarakat tertuang dalam Berita Acara Likuidasi yang ditandatangani oleh masing-masing Asisten Afdeling, Asisten Kepala Rayon, Manajer Kebun dan diketahui General Manager Distrik Cima.

2) Faktor Internal, yaitu pemeliharaan jalan tahun 2017 yang kurang optimal khususnya pada RayonV PG Cinta Manis sehingga menyebabkan akses jalan rusak pada saat terjadi hujan yang menyisakan luasan 153,60 Ha tebu tidak tertebang dan terangkut ke pabrik. PG Cinta Manis telah menyewa grader dan excavator untuk perbaikanjalan namun masih belum maksimal karena sering mengalami kerusakan.

  • PG Bungamayang

Berdasarkan laporan analisis pendahuluan dan taksasi Maret 2016, luas kebun TS PG Bunga Mayang untuk Tahun Giling 2016 dan 2017 masing-masing 7.727,21 Ha dan 8.130,81 Ha. Hasil pemeriksaan data Realisasi Produksi KTG 2015/2016 dan 2016/2017 Tebu Sendiri (TS) menunjukkan realisasi luas KTG yang ditebang. Realisasi kebun yang ditebang pada tahun 2016 dan 2017 lebih kecil daripada taksasi Maret dengan selisih luas tebang pada Tahun 2016 seluas 1.643,47 Hadan Tahun 2017 seluas 1.406,04 Ha.

Sehingga dengan adanya likuidasi atas tebu yang tidak tertebang, PTPN VII mengalami kerugian usaha atas biaya pemeliharaan kebun tebu giling yang telah dikeluarkan untuk merawat KTG tersebut. Dengan metode perhitungan rata-rata biaya tanaman per hektar pada PG Cinta Manis dan PG Bungamayang selama tahun 2016 dan 2017, diperoleh nilai kerugian usaha atas biaya tanaman sebesar Rp20.338.306.407,06.

Jelas sekali,permasalahan tersebut mengakibatkan terjadinya kerugian usaha atas biaya tanaman Kebun Tebu Giling selama Tahun 2016 dan 2017 sebesar Rp20.338.306.407,06. Hal tersebut juga terjadi karena Direktur Operasional PTPN VII belum mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi kelebihan pasokan tebu yang tidak tergiling baik yang dilikuidasi karena faktor eksternal maupun karena STOC. (FT&Tim Investigator KA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini