Dengan nada serius lebih lanjut mengatakan: “Cuman satu, Luhut Binsar Panjaitan, saya serius. Kalau kita logika bagus begitu cara berpikirnya,” ucap Rocky Gerung dalam diskusi bertajuk ‘Siapa Cocok Dampingi Anies’ yang diselenggarakan FNN 2 Oktober lalu”.
Seolah ada beban dengan tekanan hanya Luhud yang memenuhi kriteria sebagai pendamping Anies Baswedan. Sampai disini bisa dibaca ada yang tidak wajar pada RG dan pasti sangat dipahami membicarakan Cawapres ketika Anies sendiri belum menjadi Capres resmi, adalah lelucon yang tidak lucu. Bisa saja seorang Capres akan dideklarasikan dalam satu paket dengan wakilnya. Sekalipun tidak wajar dan terkesan RG sedang menggoyang atau mungkin akal sehatnya mulai goyang, dampak politiknya cukup besar.
Tidak penting soal reaksi Partai Nasdem, Demokrat dan PKS yang konon akan mengusungnya, ada indikasi kuat RG bermain politik praktis akan melemparkan Anies dari bursa Capres 2024. Apakah RG sudah masuk dengan kekuatan politik besar akan menggangu Anies?. Hanya sekedar prediksi bisa salah dan bisa benar. RG mengemas ada tiga poin kriteria pendamping yang dibutuhkan Anies di antaranya:
– Memiliki elektabilitas yang tinggi, mampu menstabilkan politik parlemen dan bisa membangun Indonesia dengan gaya teknokrat.
– Orang yang mampu berkontribusi dalam memenangkan Anies adalah yang berasal dari wilayah sekuler bukan dari elektoral Anies.
– Pendamping yang mampu menertibkan begundal-begundal DPR adalah orang yang pernah menjadi koboi.





