KNews.id – Jakarta – Perdana Menteri (PM) Inggris, Andy Burnham, mengatakan bahwa negaranya sepakat untuk memberikan dukungan militer terbatas kepada Arab Saudi guna menangkal serangan dari kelompok Houthi. Dukungan militer Inggris untuk Saudi ini disebut bersifat defensif.
Hal tersebut, seperti dilansir TRT World dan AFP, Selasa (22/9/2026), disampaikan Burnham saat berbicara kepada wartawan dalam penerbangannya ke New York, Amerika Serikat (AS), untuk menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Burnham mengumumkan bahwa dirinya telah menyetujui permintaan bantuan yang diajukan Saudi, dengan mengizinkan Angkatan Udara Inggris untuk menyediakan layanan pengisian bahan bakar di udara bagi pesawat-pesawat militer Saudi.
Dia menyebut kesepakatan ini bersifat sementara dan dijadwalkan berlangsung selama beberapa minggu. Burnham menambahkan bahwa pelaksanaan kesepakatan ini akan terus ditinjau secara aktif.
“Saya bertindak demi mengamankan kepentingan Inggris dan kawasan yang lebih luas, karena Arab Saudi tentu saja sedang menghadapi serangan, sedang mengantisipasi gangguan lebih lanjut, dan kita perlu menjaga agar jalur-jalur tersebut tetap terbuka,” kata Burnham, merujuk pada jalur pelayaran minyak yang vital.
Burnham dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, di sela-sela menghadiri Sidang Umum PBB. Dalam pernyataan kepada Sky News, Menteri Pertahanan Inggris, Luke Pollard, menjelaskan bahwa dukungan militer untuk Saudi itu dimaksudkan untuk mendukung “keamanan nasional” Inggris sendiri.
“Kita melakukannya demi alasan keamanan nasional, sebagai bentuk dukungan terhadap keamanan nasional kami sendiri,” ucap Pollard, menjelaskan alasan Inggris menyetujui dukungan militer untuk Saudi.
“Di masa-masa sulit, sahabat sejati akan saling mendukung,” sebutnya, sembari menegaskan bahwa dukungan itu akan tetap mematuhi hukum kemanusiaan internasional.
Secara terpisah, sejumlah pejabat Inggris mengonfirmasi bahwa misi dukungan militer Saudi itu akan dimulai dalam beberapa hari mendatang, dengan mengerahkan pesawat tanker Voyager milik Angkatan Udara Inggris untuk mengisi bahan bakar di udara bagi jet-jet tempur Saudi.
Diketahui bahwa militer Saudi menggunakan jet tempur Typhoon buatan Inggris.
Menurut para pejabat Inggris itu, misi tersebut bersifat sementara dan diperkirakan akan berlangsung selama “beberapa minggu”. Pesawat tanker Voyager yang dikerahkan itu biasanya berpangkalan di Pangkalan Udara Akrotiri di Siprus, yang digunakan Angkatan Udara Inggris.
Disebutkan juga bahwa layanan pengisian bahan bakar di udara tersebut bersifat “defensif”, untuk membantu Saudi mempertahankan diri dari serangan Houthi.






