Mega tentu tidak sudi, khususnya kursi Ketum PDIP diambil alih oleh Jkw. Atau terlebih diduduki oleh GP, polemik akibat kisruh ini akan pecah diawali adanya kekisruhan di internal partai, oleh sebab dipicu hal substantif bahwa Mega Sang Ketua Umum atau Dewan Pengurus di jajaran DPP. PDIP. tidak sanggup memajukan kandidat bakal calon presiden untuk 2024. Jika hal ini terjadi, Mega dan Puan serta orang – orang dekat mereka, dikhawatirkan menjadi ” tuan rumah namun bak tamu di rumahnya sendiri “. Lalu arah kelanjutannya tentu menjadi suram bagi trah Sekarno, semua akan runyam dan menjadikan buah simalakama atau bumerang terhadap internal Partai PDIP.
Lalu lembaran bakal sejarah lainnya menuju pilpres 2024, bagaimana eksistensi PS. Dengan mimpi capres di 2024. Karena PS. Sudah jauh hari sejak tahun 2020 sudah nampak ancang – ancang, dan ” ngotot ” demi tampil dan hadir kembali sebagai kompetitor untuk kali ketiga diajang kompetisi capres di 2024, dan terkait mimpinya ini, sampai – sampai PS. habis – habisan mengutarakan banyak pujian kepada Jkw. dengan kata – kata ; ” angkat sumpah bahwa Jkw. Is on right track ; Jkw. satu level lebih cerdas dari dirinya, dan ; akan melanjutkan apa yang Jkw sudah rintis dan kerjakan sebagai pemimpin ” dan imbalan baliknya PS. pun sudah mendapat kisi – kisi sebagai salah seorang yang bakal didukung oleh Jkw. Selebihnya sinyal terkait mimpi PS. menjadi Capres, ada peristiwa PS. Khusus datang dari Jakarta menemui Jkw. Di Istana Presiden, Gedung Agung di Jogjakarta untuk ” sebuah pertemuan ” atau spesial silaturahim, walau ditengah ketatnya Prokes Covid 19 diberlakukan, PS. dijamu makan opor ayam, bakso dan tahu bacem pada tahun 2021 di hari pertama iedul fitri. Tentu PS. Secara sadar telah melewati rumah Mega yang lebih dekat di Jakarta. Ataukah saat itu kemungkinan PS. sudah mendapat info, bahwa Mega tidak akan mendukungnya menjadi capres atau Mega kembali melupakan pernah ada sejarah konsolidasi mereka di Batu Tulis, Bogor, Jabar pada Tahun 2009, untuk dukungan Mega terhadap PS. menjadi Capres di tahun 20l4, namun kenyataannya 2014 dan 2019 Mega justru mendukung Jkw. Lalu PS. Tentu berdasarkan data empirik dimaksud , bisa jadi 2024 Mega kembali akan melakukan ” wan prestasi “, namun Mega memang sah baik secara hhkum maupun secara organisasi politik PDIP. Untuk mendukung Puan anak biologisnya atau siapapun subjek kader yang hedak didukungnya.
Kamudian apa yang terjadi, tentu saja selanjutnya akan ada kepentingan saling tarik menarik, bargaining position, adu siasah atau permufakatan politik diantara kubu Mega dan kubu Jkw. serta PS. Puan dan tentunya GP. Sementara sang ” bola sepak ” GP. akan yess men, terserah apa kata Jkw. Pada situasi inilah Mega diharapkan menyerah oleh lawan politik internalnya ” para pendukung Jkw dan GP. ” Mega akan disudutkan atau tersudutkan, akan dimulai dengan isu isu tuduhan berikut hujatan, keributan lalu akan berakhir, pada titik saling mengalah, karena gambaran sikon politik atau keterpaksaan, terpaksa arena adanya tokoh kharismatik Anies Baswedan, yang bakal capres dari kubu PKS dan Demokrat, karena realitasnya sudah diawali melalui pernyataan dukungan sebagai Capres RI.2024 untuk Anies oleh Surya Paloh, Ketua Partai Nasdem yang selama ini ( masih ) menjadi partai koalisi di pemerintahan Jkw. Pada Kabinet Koalisi Indonesia Maju.
Terhadap Tokoh Anies Baswedan/ AB. yang dikenal sosok berkepribadian luwes namun tegas dan cerdas, jujur serta berani melawan penguasa atau pejabat otoriter sekalipun, serta nyata banyak hadirkan banyak buah karya pembangunan spektakuler, saat dirinya ( 2017 – 2022 ) selaku Gubernur DKI Jakarta, Ibukota Negara RI. Dan terhadap sosok A.B. yang oleh sebagian kelompok buzzer perusak kesatuan bangsa dan demokrasi, telah mendapat lebel atau cap oleh lawan politiknya yang rata – rata merupakan pendukung Jkw dan PDIP atau kelompok penguasa, bahw A.B. menjadi bagian pada framing yang figurnya sebagai politik identitas dan atau sosok tokoh yang diminati serta diidolakan oleh berbagai kelompok dari banyak yang berdimensi politik identitas, dan tentunya A.B. diperhitungkan oleh karena akan mendapatkan dukungan konstituen dari ketiga kelompok masyarakat warga dari ke – 3 partai politik sebagai pendukung A.B. Dimata masyarakat para pendukungnya A.B. sejatinya merupakan sosok tokoh yang berkepribadian agamis – nasionalis, dan memang diprediksi AB. Akan mendapat dukungan penuh dari masyarakat golongan muslim dan nasionalis multi ras dan dari berbagai lapisan strata, dan kaum akademisi dan lintas ilmu serta lintas SARA, dan salah satunya yakni golongan yang cukup besar jumlahnya serta berkarakter kuat yamg dikenal sebagai kelompok 212 yang dibawah satu tongkat komando yang berada ditangan ulama besar di tanah air, Habib Rizieq Shihab/ HRS. Dengan begitu banyak pengikutnya dari para ulama berikut simpatisan serta pengikut dari para ulama yang berimam kepada HRS di seluruh tanah air, selain pastinya A.B. akan mendapatkan dukungan kaum nasionalis dan agamis sebagai simpatisan parpol Nasdem dan Demokrat. Dan dimaklumi oleh seluruh lapisan masyarakat dan golongan seluruh pecinta serta pendukung A.B. masyarakat lintas.




