Namun begitu, hal ini dirasa belum cukup. Perlu langkah dan aksi nyata yang yang lebih konkret. “Atas dasar itu, sejumlah individu disini yang memiliki perhatian lebih terhadap warga desa berkeputusan untuk membentuk satu wadah komunitas untuk warga desa se-Nusantara dengan membentuk Lembaga Ekonomi Swasta Indonesia. LESI ini menjadi pusat kegiatan warga desa di seluruh Nusantara berbasis digital. Tujuannya ingin memenangkan perjuangan warga desa untuk Indonesia,” beber Samsul.
Dalam prakteknya, LESI sendiri nantinya akan memiliki sebuah portal atau aplikasi yang bisa diakses di seluruh masyarat desa berdasar wilayahnya, dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, bahkan desa. Melalui satu website yang terkoneksi dengan data kependukukan itu, semua masyarakat bisa menawarkan program pemberdayaan ekonomi sesuai kebutuhan mereka.
Setelah dikaji layak, LESI akan memberikan pinjaman atau bahkan sumbangan ke masyarakat untuk bisa dijadikan sebagai modal usaha di daerah tersebut. “LESI juga nantinya bisa memberikan pelatihan, pendampingan, dan terus melakukan pengawasan agar dana itu bisa digunakan sebaik mungkin,” ujar dia.
Namun begitu, dirinya menggarisbawahi, bahwa dalam prakteknya nanti, LESI tetap berpatokan kepada segala aturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, bahkan juga sesuai aturan-aturan global. Hal ini perlu diikuti, lantaran nantinya tidak menutup kemungkinan para funder LESI sendiri merupakan lembaga keuangan atau investor global.




