Namun, Romli menolak karena ia tidak melihat ada korupsi atau kerugian negara di sana kecuali kesalahan administratif kecil. Jauh sebelumnya, santer terdengar Firli dipanggil ke Istana untuk didesak menjadikan Anies tersangka dalam kasus yang telah melambungkan nama gubernur itu bahkan sampai ke tingkat internasional. Yang lebih menggemparkan adalah beredarnya video Andi Arief, pengurus teras Partai Demokrat. Video itu berisi percakapan singkat antara Presiden Jokowi dengan seseorang. Seseorang itu bertanya, “Kenapa dua calon Pak Presiden (Jokowi)? Kan ada Anies dan Ganjar.” Jokowi menjawab, “Oh, Anies kan sebentar lagi masuk penjara. Terus partai-partai lain di KIB apa segala, kalau tidak nurut, tinggal masuk penjara aja gitu.”
Konon, orang-orang bermasalah yang memegang jabatan menentukan di parpol sengaja dipelihara penguasa sebagai pasien rawat jalan yang akan dimanfaatkan pada saat diperlukan. KIB sendiri — terdiri dari Golkar, PAN, dan PPP — diduga kuat dibentuk berdasarkan perintah Istana untuk menjadi sekoci bagi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bila ia tak diusung PDI-P. Belakangan, mungkin setelah ditekan tokoh PDI-P yang sangat powerful, KIB menyatakan tak akan mencapreskan Ganjar.
Memang politik itu cair, tapi tidak masuk akal dalam konteks politik elektoral 2024 PAN dan PPP memunggungi Anies. Toh, konstituen dua partai ini merupakan simpatisan Anies. Video Andi Arief seperti memperkuat sinyalemen Presiden ke-6 SBY pada Rakernas Partai Demokrat beberapa waktu lalu bahwa beliau terpaksa “turun gunung” untuk menghadapi pemilu setelah beliau mendapat kabar pilpres tidak akan berjalan jujur dan adil. Pasalnya, katanya, ada keinginan kekuasaan merekayasa pemilu hanya diikuti dua pasang capres-cawapres saja. Dua pasang itu sudah pasti bukan Anies dan Ganjar. Pernyataan SBY tak dapat diremehkan.
Jokowi, juga oligarki, nampak ingin mempertahankan status quo di mana program pembangunan dan kebijakan Jokowi terus berlanjut. Karena itu, sempat muncul gagasan memperpanjang masa jabatan presiden yang dilontarkan Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan Ketum Golkar Airlangga Hartarto, yang dilaporkan mendapat desakan dari Istana. Kabarnya ketiga figur ini adalah pasien rawat jalan. Setelah mendapat penolakan publik, muncul gagasan tiga periode di mana Jokowi bisa ikut kontestasi pilpres untuk ketiga kalinya setelah konstitusi diamandemen.





