Selain itu, posisi kemudi yang menjadi berbelok ke kanan, sedangkan pesawat berbelok ke kiri mengakibatkan bank angle warning atau peringatan kemiringan yang berlebih.
“Perbedaan asumsi dan kurang monitor berakibat pada upaya recovery yang dilakukan pilot tidak sesuai. Empat detik pertama pilot membelokkan ke kiri padahal pesawat sedang berbelok ke kiri,” kata Nurcahyo.
Sebelumnya pada 2021 lalu, AirNav Indonesia mengungkapkan bagaimana komunikasi Air Traffic Controller (ATC) yang dilakukan dengan pilot Sriwijaya Air SJ 182 sesaat sebelum dinyatakan hilang.
Pihaknya sempat mengonfirmasi ke pilot saat Sriwijaya Air SJ 182 melakukan belokan ke kiri yang tidak sesuai koordinat.




