Dia menambahkan, suara mikrofon yang ada pada kokpit pesawat juga tidak terdengar karena tertutup suara bising.
“Channel ini tertutup noise pada 400 hertz sehingga pembicaraan tidak bisa direkam. Sehingga tidak bisa menganalisa kerja sama kokpit dan apa saja perintah kapten ke co-pilot meski suara co-pilot masih bisa didengar, termasuk suara dari pengatur lalu lintas udara,” jelas Nurcahyo.
Nurcahyo menjelaskan, perubahan ini tidak disadari pilot. Selain itu, beliau juga mengasumsikan bahwa pilot mempercayakan sistem automasi yang ada pada pesawat. “Percaya pada sistem automasi, kalau sudah diset maka autopilot akan mengatur dan autothrottle akan mengatur sesuai permintaan autopilot sehingga kondisi ini berdampak pada pengurangan monitor terhadap instrumen dan kondisi yang terjadi,” ujarnya.




