Kemudian mengaitkan pada Demo 411 yang baru-baru ini dilaksanakan oleh demonstran pada 4 November lalu, Rokcy Gerung menyatakan, “demikian juga soal demonstrasi, Presiden pasti tahu bahwa oh ini akan ada potensi jadi kerusuhan sehingga dia pergi dari situ. Justru dia pergi dari situ menimbulkan semacam dendam sehingga nanti akan balik lagi demonstrannya.”
Ia mengingatkan apabila Presiden Joko Widodo datang menemui demonstran dengan pengamanan yang sesuai dengan SOP seperti halnya yang pernah dilakukan Presiden Jokowi saat menemui demonstran 212 lalu, maka tidak terjadi apa-apa. Karena pada dasarnya rakyat hanya ingin mengeluh kepada pemimpinnya. Namun dalam hal ini Presiden Jokowi dianggap telah kabur melarikan diri dari demonstrasi yang digelar dan tidak bertanggungjawab sebagai seorang pemimpin.
Melihat kembali pada cuplikan video Demo 411 yang digelar di depan Istana Presiden, Hersubeno Arief menyampaikan bahwa dalam demo tersebut memang benar terdapat tuntutan agar Presiden Jokowi mundur dari jabatannya. Terkait dengan ini Hersubeno berpendapat bahwa tuntutan mundur itu bukan berarti harus makar, seperti apa yang biasanya dianggap oleh orang-orang.
“Tuntutan mundur itu bukan berarti harus makar loh ya. Karena itu dijamin secara konstitusi untuk menuntut seorang Presiden mundur, yang ga boleh itu seorang Presiden yang mau maju terus sampai tiga periode kan. Justru itu yang dilarang oleh konstitusi,” ujar Hersubeno Arief.






