Di samping itu, Damhuri menilai harga beberapa komoditas impor tampaknya masih cenderung relatif stabil. Meski begitu, impor diproyeksikan akan tetap tumbuh positif, meskipun ekonomi melambat.
“Sesungguhnya pertumbuhan (proyeksi ekonomi 2023) masih relatif bagus dan berada di sekitar 4,8% – 5,0%, melambat dari 5,3% pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022,” jelasnya.
- Advertisement -
Adapun Damhuri menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyebabkan harga barang impor menjadi mahal, sehingga volume permintaan terhadap barang impor menjadi berkurang.





