KNews.id-BNI Sekuritas memperkirakan, dalam beberapa bulan ke depan kinerja impor diperkirakan belum mengalami perbaikan, sejak mengalami penurunan secara bulanan dari September 2022 hingga Januari 2023.
Data terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai impor pada Januari 2022 sebesar US$ 18,44 miliar atau turun 7,15% secara month to month (MtM).
Kepala Ekonom BNI Sekuritas Damhuri Nasution mengatakan, kinerja impor yang diperkirakan belum akan mengalami perbaikan dalam beberapa waktu ke depan, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dalam negeri yang diperkirakan tidak sekuat tahun 2022 yang lalu.
“Dalam beberapa bulan ke depan kinerja impor diprediksikan belum mengalami perbaikan yang berarti,” tutur Damhuri kepada Kontan.co.id, Minggu (19/2).





