spot_img

Mitratel Perluas Inklusi Digital Nasional melalui Shared Infrastructure  di Bali Tech Week 2026

Sebagai Next-Generation Tower Company, Mitratel dukung penguatan pilar Sovereign  Digital Infrastructure TelkomGroup

KNews.id – Denpasar, 23 Oktober 2026 – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), operating company PT Telkom  Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), memperkuat perannya dalam pemerataan konektivitas digital nasional  melalui pengembangan infrastruktur telekomunikasi yang terintegrasi dan efisien. Hal ini disampaikan  Direktur Operasi dan Pembangunan Mitratel Hastining Bagyo Astuti saat menjadi panelis dalam Panel  Discussion I: Building Indonesia’s Sovereign Technology Ecosystem pada Sovereign Tech Summit 2026,  Kamis (22/10).

- Advertisement -

Forum diskusi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bali Tech Week (BTW) 2026. Dalam paparannya, Hastining menekankan pentingnya pendekatan shared infrastructure untuk  memperluas akses konektivitas, mengoptimalkan investasi, dan mempercepat pembangunan jaringan  telekomunikasi, termasuk di wilayah yang belum terlayani secara optimal.

“Pemerataan konektivitas digital membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada  pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada bagaimana infrastruktur tersebut dapat dimanfaatkan  secara optimal untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Melalui shared infrastructure, kami ingin  mendorong ekosistem konektivitas yang lebih efisien, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga manfaat  transformasi digital dapat dirasakan secara lebih merata di seluruh Indonesia,” ujar Hastining.

- Advertisement -

Pendekatan shared infrastructure memungkinkan operator telekomunikasi menggunakan infrastruktur  secara bersama-sama. Dengan demikian, investasi dapat dimanfaatkan lebih efisien, pembangunan  jaringan berlangsung lebih cepat, dan kapasitas konektivitas dapat diperluas secara berkelanjutan.

Hingga Semester-I 2026, Mitratel memiliki footprints yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia,  mencakup 40.563 menara telekomunikasi dan jaringan fiber optik sepanjang 59.239 kilometer. Cakupan  infrastruktur tersebut menjadi modal penting untuk mendukung perluasan konektivitas sekaligus  memperkuat pemanfaatan infrastruktur bersama di berbagai daerah.

Dalam perjalanannya menjadi Next-Generation Tower Company, Mitratel memperluas peran dari  penyedia infrastruktur menara telekomunikasi tradisional menuju penyedia ekosistem infrastruktur  konektivitas digital yang terintegrasi.

Hastining menyebutkan, untuk mewujudkan aspirasi tersebut, Mitratel mengembangkan kapabilitas yang  melengkapi bisnis menara, antara lain melalui layanan fiber connectivity, solusi penyediaan daya atau  Power as a Service, serta berbagai peluang bisnis infrastruktur digital yang berdekatan dengan kebutuhan  konektivitas. “Pengembangan ini diarahkan untuk mendukung kebutuhan operator telekomunikasi dalam  memperluas jangkauan, meningkatkan kapasitas jaringan, dan mempercepat implementasi layanan  digital,” ujarnya.

Pembangunan infrastruktur digital harus dipandang sebagai investasi strategis untuk memperkuat daya  saing bangsa, memperluas akses masyarakat terhadap layanan digital, dan membuka peluang  pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah. Dalam konteks tersebut, Mitratel berupaya memperkuat  kapabilitas bisnis dan memperluas layanan infrastruktur agar dapat menjawab kebutuhan konektivitas  yang semakin beragam.

“Aspirasi Mitratel tidak berhenti pada pembangunan dan pengelolaan menara telekomunikasi. Kami ingin  menjadi bagian penting dari ekosistem konektivitas digital Indonesia melalui penyediaan infrastruktur  yang terintegrasi, andal, dan berkelanjutan. Dengan memperkuat kolaborasi bersama operator  telekomunikasi, pemerintah, dan pelaku industri, kami ingin membantu memastikan bahwa konektivitas  tidak hanya tumbuh di pusat-pusat ekonomi, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat dan  dunia usaha di berbagai wilayah Indonesia.” ujar Hastining.

- Advertisement -

Pada kesempatan yang sama, Alif Bajara, Expert Team Asosiasi Pengembang Infrastruktur dan Menara  Telekomunikasi (Aspimtel), menilai bahwa pemerataan infrastruktur telekomunikasi merupakan fondasi  penting bagi pengembangan ekonomi digital Indonesia. Menurutnya, perluasan konektivitas  membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan ekosistem industri yang mampu menciptakan kepastian  investasi serta mendorong pemanfaatan infrastruktur secara optimal.

“Pemerataan konektivitas nasional tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan pembangunan  jaringan di wilayah yang secara ekonomi sudah matang. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku  kepentingan agar pengembangan infrastruktur dapat menjangkau wilayah dengan kebutuhan  konektivitas yang tinggi, termasuk daerah yang secara komersial masih menghadapi tantangan.

Pemanfaatan shared infrastructure, didukung kepastian investasi dan kebijakan yang kondusif, dapat  menjadi salah satu kunci untuk mempercepat pemerataan akses digital di Indonesia.” tutup Alif.

Gelaran BTW 2026 yang diselenggarakan pada 19 Oktober hingga 23 Oktober 2026 mengusung tema  “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further”. Melalui partisipasinya dalam BTW 2026,  Mitratel menegaskan komitmen untuk terus mengambil bagian dalam percepatan pengembangan  ekosistem teknologi dan konektivitas digital Indonesia.

(FHD/TLKM)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini