spot_img

Makna dan Hukum Kurban: Usahakan Berkurban Tiap Tahun

KNews.id – Jakarta – Pada Dzulhijjah, umat Islam disyariatkan menyembelih hewan kurban termasuk pada Idul Adha 2025 ini.

Waktu pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tepatnya dilakukan pada tanggal 10-13 Dzulhijjah setelah melaksankana sholat Idul Adha.

- Advertisement -

Penjelasan Buya Yahya soal Kesunnahan Kurban

Hukum menyembelih hewan kurban adalah sunnah. Ulama kharismatik KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya mengatakan, kesunnahan berkurban berlaku setiap tahun bukan seumur hidup sekali. Memandang ibadah kurban cukup sekali dalam seumur hidup adalah pemahaman yang keliru.

“Ketahuilah (berkurban) seperti halnya puasa Arafah disunnahkan setiap bulan Haji tiba, setiap tahun. Maka menyembelih kurban juga dianjurkan setiap tahun,” kata Buya Yahya dikutip dari YouTube Buya Yahya, Kamis (15/5/2025).

“Jadi kapan datang bulan Haji, maka kita disunnahkan menyembelih kurban. Setiap orang satu disunnahkan. Kita boleh menyembelih dari satu, akan tetapi minimal satu orang satu,” lanjutnya.

Usahakan Selalu Berkurban Setiap Tahun

Warga menguliti hewan kurban yang selesai dipotong di kawasan Kramat Pulo Gang 18 RT 1 RW 8, Jakarta, Minggu (10/7/2022). Panitia Majelis Taklim Al Iman memotong tiga sapi untuk kemudian dibagikan kepada fakir miskin sebagai bentuk rasa syukur atas rizki dari Allah pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1443 H. (Liputan6.com/Faizal Fanani)… Selengkapnya

Buya Yahya mengajak umat Islam berusaha agar setiap tahun selalu berkurban, paling tidak satu orang dalam keluarga ada yang berkurban. Syukur-syukur seluruh anggota keluarganya ikut berkurban.

- Advertisement -

“Jika kita punya anak lima berarti tujuh sama istri, maka disunahkan menyembelih tujuh (ekor kambing/domba). Kalau tidak enam ekor, kalau tidak lima ekor, kalau tidak empat ekor, atau paling tidak satu. Jangan sampai tidak menyembelih,” tuturnya.

“Sembelih satu untuk diri sendiri baru yang lain diikutkan. Bukan satu (kurban) untuk tujuh orang. Satu untuk sunnah ainiyah, baru yang lain diikutkan menjadi sunnah kifayah. Artinya jangan sampai dari keluarga kita gak menyembelih kurban. Sebisa mungkin menyembelih kurban,” ujar Buya Yahya.

Jika tidak bisa menyembelih kurban, ulama menganjurkan agar pada hari penyembelihan kurban merasa senang. Sebab, menurut Buya Yahya bersenang-senang adalah makna dari ibadah kurban.

“Kurban itu maknanya apa? Menjadikan hari itu orang bersenang-senang. Jadi makan enak dan seterusnya. Hari libur, hari bergembira. Itulah yang diajarkan nabi,” kata Buya Yahya.

Wallahu a’lam.

(NS/Lptn6)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini