3 Ajaran Pokok dalam Agama Islam Beserta Penjelasannya

0
44

KNews.id – Jakarta – Ajaran Islam yang Allah SWT sampaikan kepada Nabi SAW kelihatannya sangat kompleks sebab menjelaskan segala aspek, mulai dari ketuhanan hingga apa-apa yang diciptakan oleh Allah. Dari sekian banyaknya itu, para ulama menyimpulkan bahwa ada tiga ajaran inti dalam Islam. Apa saja?

Abuddin Nata dalam bukunya, Studi Islam Komprehensif menunjukkan bahwa ketiga ajaran pokok Islam adalah:

1. Akidah
Aspek akidah bisa disebut sebagai keimanan atau kepercayaan. Akidah harus bersumber dari Al-Quran yang merupakan kalam Allah, baru kemudian hadits Rasulullah. Dalam keimanan tak boleh bercampur dengan ragu atau prasangka, untuk itu akidah hanya bertempat dan diakui oleh hati.

Iman menempati posisi utama dalam ajaran Islam, lantaran merupakan perkara yang mendasari kehidupan umat Islam. Terdapat enam asas yang melandasinya, dan dikenal sebagai rukun iman. Keenamnya ini disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 177:

لَيْسَ الْبِرَّاَنْ تُوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَالْمَلٰۤىِٕكَةِ وَالْكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَ ۚ وَاٰتَى الْمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِۙ وَالسَّاۤىِٕلِيْنَ وَفىِ الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ ۚ وَالْمُوْفُوْنَ بِعَهْدِهِمْ اِذَا عَاهَدُوْا ۚ وَالصّٰبِرِيْنَ فِى الْبَأْسَاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَحِيْنَ الْبَأْسِۗ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا ۗوَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُتَّقُوْنَ

Arab Latin: Laisal-birra an tuwallụ wujụhakum qibalal-masyriqi wal-magribi wa lākinnal-birra man āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wal-malā`ikati wal-kitābi wan-nabiyyīn, wa ātal-māla ‘alā ḥubbihī żawil-qurbā wal-yatāmā wal-masākīna wabnas-sabīli was-sā`ilīna wa fir-riqāb, wa aqāmaṣ-ṣalāta wa ātaz-zakāh, wal-mụfụna bi’ahdihim iżā ‘āhadụ, waṣ-ṣābirīna fil-ba`sā`i waḍ-ḍarrā`i wa ḥīnal-ba`s, ulā`ikallażīna ṣadaqụ, wa ulā`ika humul-muttaqụn

Artinya: “Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, melainkan kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab suci, dan nabi-nabi; memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir, peminta-minta, dan (memerdekakan) hamba sahaya; melaksanakan salat; menunaikan zakat; menepati janji apabila berjanji; sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

Yakni berupa keyakinan dan pengetahuan mengenai Allah SWT disertai sejumlah nama dan sifat yang menunjukkan Dzat ketuhanannya. Selanjutnya kepercayaan akan adanya sejumlah malaikat yang selalu tunduk atas tugas dan perintah tuhannya yaitu Allah dalam mengurusi kehidupan ciptaan-Nya.

Juga sebagai muslim yang memiliki akidah perlu membenarkan kitab-kitab samawi berisi kalam Allah yang diwahyukan kepada sejumlah utusan-Nya. Firman-Nya ini dikatakan menjadi juru selamat dan kebahagiaan abadi bila diikuti sesuai zamannya. Misal, kitab Allah yang berlaku saat ini adalah Al-Qur’an, sehingga perlu untuk mengikutinya.

Kemudian yakin akan sejumlah utusan yakni para nabi dan rasul yang membawa kebenaran juga risalah langsung dari Allah. Bukan hanya itu, sebagai muslim juga perlu menerima dan mematuhi segala ajarannya juga meneladani akhlaknya.

Adapun akidah juga haru meliputi kepercayaan akan datangnya hari akhir dunia. Serta ketentuan Allah dalam menetapkan baik buruk (takdir) bagi hamba-hamba-Nya.

2. Ibadah
Ibadah menjadi inti ajaran Islam yang bersifat lahiriah dan merupakan perwujudan dari akidah hamba Allah SWT. Keduanya saling melengkapi, lantaran iman ada pada jiwa maupun roh seseorang, sementara ibadah dalam fisiknya.

Pokok ibadah dirumuskan dalam rukun Islam yang berjumlah lima hal, sebagaimana dalam hadits dari Abdullah bin Umar, ia berkata bahwa Nabi SAW bersabda:

بُنِيَ الإسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ, وَحَجِّ الْبَيْتِ, وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Artinya: “Islam dibangun atas lima perkara, yaitu mengakui bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan puasa Ramadhan, dan menunaikan haji bagi yang mampu.” (HR Muslim)

Dijelaskan bahwa pengakuan ini berbentuk syahadat, yang diakui dalam hati, diucapkan dengan lisan serta diamalkan oleh anggota tubuh. Adapun shalat merupakan pilar utama dalam ibadah sebab berupa komunikasi terhadap Allah. Ada shalat hal yang harus dikerjakan umat Islam setiap harinya, yakni shalat fardu lima waktu.

Sering dibarengi dengan shalat dalam sejumlah ayat Al-Qur’an, zakat termasuk ibadah yang perlu dilakukan lantaran dapat melatih moral kaum muslim terhadap sesama makhluk sosial. Kemudian puasa juga mampu membimbing akhlak umat agar bisa menahan diri dalam berbuat buruk, dengan itu diwaibkan bagi kaum muslim untuk berpuasa di bulan Ramadhan.

Dan diperlukan pula untuk menunaikan ibadah haji ke Kakbah di kota Makkah. Keseluruhan rukun Islam sangat erat dengan pembinaan spiritual dan kemuliaan akhlak umat Islam, yang mana bisa melatih mereka menuju pribadi yang lebih baik.

3. Akhlak
Disebutkan bahwa aspek akhlak adalah bentuk merealisasikan akidah dan ibadah melalui amal kebaikan yang didasarkan karena Allah SWT semata. Amal di sini menjadi cerminan atas budi pekerti, serta etika seorang muslim atas ajaran Islam yang dipelajarinya.

Benar bahwa aspek akhlak ditujukan karena, tetapi akhlak berkaitan pula dengan kehidupan bersosial dengan masyarakat ataupun makhluk ciptaan Allah lainnya.
Untuk itu perlu memiliki akhlak yang menggambarkan ajaran Islam yang berlandaskan Al-Qur’an dan sunah Rasulullah. Seperti beramal saleh dengan bersedekah, berpuasa, membantu sesama dan lainnya

(Zs/dtk)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini