Terkait Corona, Ekonomi Jepang Menukik Tajam dalam Resesi Terendah

KNews.id- Selain dampak sosial, pandemi virus Covid-19 atau Corona juga berdampak pada ekonomi negara-negara besar seperti Amerika, China, dan Jepang. Ekonomi di Jepang tergelincir ke resensi terendah untuk pertama kalinya dalam empat tahun. Hal itu berdasarkan data Produk Domestik Bruto (PDB) pada Senin 18 Mei 2020.

Menukiknya perekonomian Jepang menjadikan negara tersebut pada jalur terendah pasca krisis pandemi virus corona dan berdampak pada bisnis dan konsumen. Ekonomi terbesar ketiga di dunia ini mengalami penyusutan hingga kuartal kedua berturut-turut dalam tiga bulan hingga Maret.

Hal ini mengintensifkan tantangan bagi para pembuat kebijakan dalam memerangi pandemi yang telah menglobal ini. PDB mengalami kontraksi tahunan 3,4 persen pada kuartal pertama karena konsumsi swasta, pengeluaran modal dan ekspor juga menurun.

Konsumsi swasta menyumbang lebih dari setengah ekonomi Jepang sebesar 5 triliun dolar atau setara dengan Rp 74 kuardiliun, dan menyebabkan penurunan hingga 0,7 persen. Hal ini menandakan penurunan kuartal kedua berturut-turut karena rumah tangga dilanda pandemi dan kenaikan pajak penjualan menjadi 10 persen dimana sebelumnya hanya 8 persen.

Perkiraan pasar median adalah untuk kontraksi 4,6 persen pada kuartal pertama. Jepang pernah mengalami resesi ekonomi terburuk pada paruh kedua tahun 2015 lalu.

“Sudah pasti ekonomi mengalami penurunan lebih dalam pada kuartal saat ini, Jepang telah memasuki resesi penuh,” ujar ekonom Yuichi Kodama dikutip Reuters.

Dampak virus corona pada perusahaan Jepang dari data PDB menunjukan ekopor mengalami kontraksi tajam hingga enam persen pada kuartal pertama. Guncangan pada perdagangan global terjadi pada Maret dimana ekspor Jepang turun paling dalam selama empat tahun akibat jatuhnya pengiriman ke Amerika Serikat termasuk produk mobil. (ADE&Reuters)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini