spot_img

Serangan Mongol Hancurkan Baghdad, Akhiri Kejayaan Islam di Era Abbasiyah

KNews.id – Jakarta – Islam mencapai kejayaan di era Kekhalifahan Abbasiyah di Baghdad sekitar abad ke-8 hingga ke-13 Masehi. Pada masa itu, Baghdad telah menjadi pusat ilmu pengetahuan yang melahirkan ilmuwan-ilmuwan besar sebelum akhirnya runtuh.

Sejarah mencatat Islamic Golden Age melahirkan peradaban tinggi yang megah. Ilmu pengetahuan berkembang pesat, sebuah akademi ilmiah bernama Baitul Hikmah didirikan. Buku-buku dan manuskrip dari berbagai peradaban tersimpan dan dikelola dengan baik di sana.

- Advertisement -

Selama berabad-abad, Baitul Hikmah menjadi tempat berkumpulnya para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu. Ribuan naskah tentang kedokteran, astronomi, matematika, sastra, hingga filsafat berhasil diterjemahkan dalam bahasa Arab. Namun, situasi berubah saat pasukan Mongol yang dipimpin Hulagu Khan menyerbu Baghdad pada 1258.

Diceritakan dalam buku Sejarah Pendidikan Islam karya Prof Abuddin Nata, pusat kekuasaan Islam yang berada di Baghdad mengalami kehancuran signifikan akibat serangan Mongol. Kekuatan politik Islam mundur drastis, wilayah kekuasaannya tercabik-cabik menjadi kerajaan-kerajaan kecil yang saling memerangi.

- Advertisement -

Bangsa Mongol membuang dan membakar manuskrip-manuskrip penting yang ada di Baitul Hikmah ke Sungai Tigris. Sampai-sampai air sungai itu berubah hitam karena tinta-tinta dari buku yang dihanyutkan.

Kehancuran Baitul Hikmah diikuti pembunuhan massal para ulama, ilmuwan, dan cendekiawan muslim, seperti diceritakan dalam buku Sejarah Pendidikan Islam karya Prof Isop Syafei. Hal itu membuat transmisi ilmu pengetahuan antargenerasi terganggu. Para pelajar kehilangan guru, madrasah kehilangan fungsinya sebagai pusat pengembangan ilmu.

Penaklukan Mongol menandai berakhirnya kekuasaan Kekhalifahan Abbasiyah. Dinasti ini tidak mampu menahan serangan Mongol. Khalifah terakhir, al-Mu’tashim Billah, tewas dalam serangan itu.

Peninggalan budaya dan peradaban Islam yang maju banyak yang hancur. Keadaan ini diperparah serangan dari Timur Lenk yang menghancurkan pusat-pusat kekuasaan Islam lainnya.

Meski Baghdad hancur di Abad Pertengahan, pilar-pilar penyangga kejayaan Islam masih tersisa. Di antaranya Kekhalifahan Turki Utsmani di Turki, Kekhalifahan Safawi di Persia, dan Kekhalifahan Mughal di India.

Hari ini, Baghdad adalah ibu kota Irak. Namun, kondisinya jauh berbeda dengan masa keemasan Islam dulu. Baghdad kuno hampir tidak ada yang tersisa. Selama berabad-abad, kota ini telah mengalami modernisasi.

- Advertisement -

(RD/DTH)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini