“Posisi kepemimpinan (China) sangat dihormati, yang dengan tenang dan terbuka, tanpa premis palsu, menetapkan posisinya, bahkan pada masalah yang paling sulit, seperti masalah Taiwan yang dalam hal ini dapat dinilai agak berlebihan,” kata Sechin, dikutip Reuters.
Seperti diketahui, hubungan Rusia dengan China memang bertolak belakang dengan AS. Keduanya cukup dekat dan kerap kompak menentang cara pandang AS.
Adapun, setelah Xi Jinping memastikan posisinya sebagai Presiden China untuk periode ketiga, Putin langsung memberikan selamat. Dia juga berharap hubungan yang terjalin antarkedua negara kian erat.
“Akan menyenangkan bagi saya untuk melakukan dialog konstruktif dan kerja sama yang erat untuk mengembangkan hubungan kemitraan yang komprehensif dan aliansi strategis antara negara kita,” kata Putin. (AHM/cnbc)





