spot_img

Sejak Kapan Kubah Masjid Nabawi Berwarna Hijau? Ini Fakta Sejarahnya

KNews.id – Jakarta – Di antara deretan kubah putih yang menghiasi Masjid Nabawi, ada satu kubah hijau yang tampak begitu mencolok dan megah. Pemandangan ini sering kali memicu pertanyaan di benak jemaah, mengapa hanya satu kubah itu yang berwarna hijau?

Ternyata, pilihan warna tersebut bukan sekadar urusan estetika, melainkan sebuah penanda suci bagi tempat peristirahatan terakhir Rasulullah SAW beserta kedua sahabatnya.

- Advertisement -

Lantas, sejak kapan sebenarnya kubah tersebut mulai dicat hijau? Simak ulasan lengkap mengenai sejarah dan alasan di balik warna hijau kubah Masjid Nabawi berikut ini.

Kenapa Kubah Masjid Nabawi Hijau?

Dijelaskan dalam buku Mengais Berkah di Bumi Sang Rasul karya Ahmad Hawassy, kubah Masjid Nabawi berwarna hijau sebagai penanda khusus makam Rasulullah SAW, beserta kedua sahabat, Abu Bakar ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA.

- Advertisement -

Setelah perluasan besar-besaran di bawah Kesultanan Umayyah al-Walid I, dibuat sebuah tempat di atas makam Rasulullah SAW beserta dua Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA.

Salah satu bangunan terkenal Masjid Nabawi adalah Kubah Hijau yang terletak di tenggara masjid. Dulunya merupakan rumah Aisyah RA, tempat makam Rasulullah SAW berada.

Pada 1279, sebuah penutup yang terbuat dari kayu dibangun dan direnovasi setidaknya dua kali pada abad ke-15 dan pada 1817. Kubah yang ada saat ini dibangun pada 1818 oleh Sultan Utsmaniyah Mahmud II, dan dicat berwarna hijau pada 1837. Sejak saat itu, kubah tersebut dikenal sebagai Kubah Hijau.

Sejarah Pembangunan Masjid Nabawi

Diceritakan dalam buku Sejarah Terlengkap Peradaban Islam karya Abdul Syukur al-Azizi, Masjid Nabawi adalah salah satu masjid yang dibangun langsung oleh Rasulullah SAW. Masjid ini dibangun pada bulan Rabi’ul Awal tahun pertama Hijriah atau bertepatan dengan September 662 M.

Saat itu, Nabi sendiri yang meletakkan batu pertama, lalu batu kedua, ketiga, keempat, dan kelima, masing-masing diletakkan oleh Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali. Selanjutnya, pembangunan dilakukan secara gotong royong hingga selesai. Awalnya, masjid dibangun dengan panjang 70 hasta dan lebar 60 hasta, atau panjang 35 meter dan lebar 30 meter. Pada saat itu, lantai masjid adalah tanah berbatu, atapnya terbuat dari pelepah kurma, dan terdapat tiga pintu.

Sebagaimana dikisahkan dalam hadits, area yang hendak dibangun Masjid Nabawi saat itu terdapat bangunan milik Bani Najjar. Namun, Bani Najjar dengan sukarela mewakafkan bangunan dan tanah mereka untuk pembangunan Masjid Nabawi. Pada 4 H, Masjid Nabawi mengalami perbaikan untuk pertama kalinya. Lantai diganti dengan lantai dari batu bata. Setelah itu, Masjid Nabawi berulang kali mengalami perbaikan dan perluasan.

- Advertisement -

Kemudian pada 7 H, Rasulullah SAW mengambil kebijakan untuk memperluas Masjid Nabawi karena jumlah umat Islam semakin banyak dan masjid menjadi penuh. Utsman bin Affan adalah orang yang menanggung biaya pembebasan tanah untuk perluasan masjid. Peristiwa ini terjadi sepulangnya beliau dari Perang Khaibar.

Perbaikan paling signifikan terjadi pada 1265 H pada masa pemerintahan Sultan Abdul Majid. Pembangunan ini memakan waktu selama 12 tahun, dinding dan tiang-tiang masjid dipercantik dengan ukiran dan kaligrafi indah yang masih bisa dirasakan hingga sekarang.

(RD/DTH)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini