KNews.id – Jakarta – Berdoa kepada Allah SWT bukan sekadar menyampaikan permohonan, tetapi juga menjadi bentuk penghambaan dan pengakuan atas keagungan-Nya.
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam Ad-Da’ wa ad-Dawa menjelaskan doa yang di dalamnya terdapat nama Allah yang agung. Rasulullah SAW bahkan menyebut, orang yang berdoa dengan nama-Nya tersebut akan mendapatkan ijabah dan pemberian dari Allah SWT.
Di antara doa yang berisi nama Allah yang teragung tersebut adalah yang terdapat pada hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Buraidah dari ayahnya.
Maka, Nabi Muhammad SAW berkomentar, “Ia telah berdoa kepada Allah dengan nama-Nya yang agung. Jika seseorang berdoa dengan nama tersebut, Allah pasti mengabulkan. Kalau diminta dengan nama tersebut, Allah pasti memberi.”
Imam Ahmad menyebutkan dua hadis dalam Musnad-nya. Dalam kumpulan hadits Imam At-Tirmidzi, seperti yang diriwayatkan Asma binti Yazid, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa nama Allah yang terbesar terdapat dalam dua ayat ini.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ لَآاِلٰهَ اِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ ࣖ
Wa ilāhukum ilāhuw wāḥid(un), lā ilāha illā huwar-raḥmānur-raḥīm(u).
Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. (QS Al-Baqarah Ayat 163)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُۗ
Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm(u).
Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Mengurus (makhluk-Nya) secara terus-menerus. (QS Ali Imran Ayat 2)
Menurut Imam At-Tirmidzi, hadis tersebut baik (jayyid). Dalam Musnad Imam Ahmad dan Shahih Hakim, Abu Hurairah, Anas bin Malik, dan Rabi’ah bin Amir meriwayatkan seperti ini.
Rasulullah SAW bersabda, “Pegang teguhlah dengan bacaan, ‘Ya Dza al-Jalal wa al-Ikram ….'” (Ya Allah, yang memiliki keagungan dan kemuliaan).
Makna hadis tersebut adalah agar kita supaya bergantung kepada-Nya, berpegang dengan keagungan sifat-Nya, dan terus-menerus membaca nama-nama-Nya.
Dalam Jami’ karya Imam At-Tirmidzi, disebutkan sebuah hadis riwayat Abu Hurairah, bahwa ketika Rasul sedang risau atau menghadapi suatu persoalan, Rasulullah SAW mengangkat kepala ke langit. Ketika bersungguh-sungguh dalam berdoa, beliau mengucapkan, “Ya Hayyu ya Qayyum.”
Dalam kitab yang sama, hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik menjelaskan, apabila turun suatu perkara yang genting, Nabi Muhammad SAW membaca, “Wahai Allah yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu-lah aku memohon pertolongan.”
Dalam Shahih Hakim, terdapat hadis riwayat Abu Umamah, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Nama Allah yang teragung tercantum dalam tiga Surah Alquran, yaitu al-Baqarah, Ali-Imran, dan Thaha.”






