Informasi yang dihimpun Klikanggaran, atas pemeriksaan di region pemasaran Pertamina terhadap realisasi penggunaan BBM Subsidi PT KAI, penuturan pihak terkait, diketahui jika penggunaan BBM bersubsidi untuk alat perbaikan rel dan jembatan, kereta ukur, langsir, kereta Inspeksi dan rail clinic dengan volume 285.368 liter.
Data SAP Logistik BBM PT KAI tahun 2019, diketahui JBT Minyak Solar digunakan bukan untuk perjalanan kereta api umum, tetapi untuk alat perbaikan rel dan jembatan, dapur, forklift, crane, kereta inspeksi, kereta penolong, kereta ukur, mesin las, rail clinic, mesin traktor, truk isuzu, dan genset dengan jumlah sebanyak 3.883.234 liter.
Penggunaan JBT Solar tersebut diduga salah peruntukan, karena tidak digunakan secara langsung untuk keperluan pengoperasian sarana transportasi darat berupa kereta api umum penumpang dan barang, melainkan untuk kebutuhan pendukung beroperasinya sarana transportasi darat berupa kereta api umum penumpang dan barang.
Hal tersebut menyebabkan tujuan Pemerintah untuk pemberian subsidi ke pengguna Minyak Solar tidak tercapai secara tepat dan optimal. (Ach/Klik)




