Dia juga beberapa kali mengisi kursi direktur utama, mulai di PT Gitanusa Sarana Niaga (2011-2014), PT PP Pracetak (2016), hingga PT PP Urban (2016-2017).
Adapun di Waskita Karya, Bambang Rianto pertama memegang jabatan sebagai Direktur Operasi III pada 2017-2018. Pada 2018 hingga saat ini, Bambang Rianto pun didapuk sebagai Direktur Operasi II Waskita Karya.
Harta kekayaan Bambang Rianto Dilansir dari laman elhkpn.kpk.go.id, Senin (5/11/2022), Bambang Rianto melaporkan total harta kekayaan bersih sebesar Rp 23 miliar pada 27 Februari 2022.
Pada laporan harta untuk periode 2021 tersebut, ia memasukkan enam sumber harta kekayaan, yakni tanah dan bangunan, alat transportasi, harta bergerak lain, surat berharga, kas dan setara kas, serta harta lainnya.
Di antara hartanya, sebanyak sembilan tanah maupun bangunan yang tersebar di Jabodetabek menjadi penyumbang terbesar dengan total Rp 17.965.000.000.




