spot_img
Minggu, Juli 14, 2024
spot_img

Orang-orang CT dalam Lingkaran GIAA!

KNews.id- PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) telah memiliki direksi dan komisaris baru. Pengangkatan dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung hari ini (22-1), di Kantor Pusat Garuda, Tangerang.

Dari nama petinggi baru Garuda Indonesia itu, ada orang-orang yang bekerja dengan pengusaha nasional Chairul Tanjung (CT). Penempatan tersebut bukan tanpa alasan. CT melalui PT Trans Airways memiliki saham di perseroan hingga 25,62 persen.

- Advertisement -

Orang-orang CT di jajaran Direksi dan Komisaris Garuda Indonesia tersebut adalah:

  • Dony Oskaria

Dony saat ini dipercaya sebagai Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia. Sebelumnya, ia pernah menjabat Komisaris Garuda Indonesia sejak Desember 2014, hingga akhirnya diberhentikan Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno pada April 2019.

Ia diberhentikan karena disebut-sebut memprotes laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2018 dan kuartal I 2019. Laporan keuangan tersebut akhirnya direvisi dan dilakukan restatement karena adanya praktik kecurangan.

Sebelum ke Garuda Indonesia, Dony berkarier di industri perbankan yang berada di bawah naungan CT Corp, yakni PT Bank Mega Tbk. Ia juga menjabat di group CT Corp, seperti CEO Trans Kalla Makassar, CEO AntaVaya, hingga CEO untuk Trans Studio, Trans Hotel, dan Trans Mall.

- Advertisement -
  • Chairal Tanjung

Chairal merupakan adik kandung dari CT. Ia telah menjabat sebagai Komisaris Garuda Indonesia sejak Desember 2014. Dia bergabung ke perusahaan sang kakak sejak tahun 1992, setelah meninggalkan profesi sebagai auditor di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BKPK). Di CT Corp, ia pernah menjabat sebagai Finance Manager (1992-2000) dan Direktur (2000-sekarang). Chairal termasuk komisaris yang tidak dicopot Rini Soemarno saat kisruh penolakan laporan keuangan perseroan.

  • Peter Gontha

Peter dipercaya Menteri BUMN Erick Thohir menjabat Komisaris Garuda Indonesia. Garuda Indonesia bukanlah perusahaan asing baginya, karena ia pernah menjabat komisaris di maskapai pelat merah tersebut. Ia mundur pada Oktober 2014 karena diangkat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Polandia. Peter merupakan pengusaha sukses. Ia termasuk pendiri dari perusahaan media seperti RCTI, SCTV, Firstmedia, hingga Indovision. Ia juga termasuk pendiri festival musik Java Jazz. Setelah tak menjabat Dubes RI untuk Polandia, Peter dipercaya menjadi penasihat Trans Media, group media milik CT. (Fahad Hasan)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini