KNews.id – Jakarta – Wakil Presiden Ma’ruf Amin, menyesalkan tindakan Israel membunuh pemimpin organisasi perlawanan Palestina Hamas Ismail Haniyeh. Ia mengatakan, tindakan tersebut justru dapat mengganggu upaya perundingan damai antara Israel dan Palestina.
Tak hanya itu, kata Ma’ruf, pembunuhan terhadap Ismail Haniyeh bisa memicu ketegangan yang lebih besar di kawasan Timur Tengah.
Ma’ruf pun mengecam tindakan Israel membunuh Ismail Haniyeh di tengah kunjungannya menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran.
“Kita sangat menyayangkan cara-cara Israel yang juga sudah membunuh rakyat melakukan genosida tetapi juga membunuh pemimpin di negara lain ketika dia menghadiri upacara pelantikan Presiden Iran. Itu saya kira tidak etis cari kesempatan seperti itu,” ucap Ma’ruf. Ma’ruf juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ismail Haniyeh. Ia menilai, Haniyeh sebagai pejuang kemerdekaan Palestina.
“Saya menyampaikan turut belasungkawa atas wafatnya Ismail Haniyeh pemimpin tertinggi Hamas sebagai pejuang kemerdekaan. Saya melihatnya pejuang kemerdekaan yang berjuang untuk kemerdekaan Palestina dalam penjajahan Israel,” ujar Ma’ruf.
Sebelumnya, Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh dan salah satu pengawalnya tewas setelah kediamannya jadi sasaran penyerangan di Teheran, Iran. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah mengonfirmasi hal ini.
“Pagi ini, kediaman Ismail Haniyeh di Teheran diserang, mengakibatkan dia dan salah satu pengawalnya tewas. Penyebabnya sedang diselidiki dan akan segera diumumkan.” kata Garda Revolusi seperti dikutip dari Haareetz. Politikus veteran Hamas Moussa Abu Marzouk mengatakan bahwa “pembunuhan” Haniyeh adalah “tindakan pengecut yang tidak akan berlalu begitu saja tanpa ada tanggapan.”
Sementara itu, pejabat Hamas Sami Abu Zuhri mengatakan kepada Reuters bahwa pembunuhan Haniyeh di Iran merupakan eskalasi serius yang tak akan mencapai tujuannya.
Jokowi Kecam Pembunuhan Ismail Haniyeh: Tidak Bisa Ditolerir
“Ya itu sebuah kekerasan, pembunuhan yang tidak bisa ditoleransi. Dan terjadi di wilayah kedaulatan Iran,” kata Jokowi di JCC Senayan Jakarta, Kamis (1/8/2024).
Dia menekankan bahwa Indonesia mengecam keras kekerasan dan pembunuhan yang menimpa Ismail Haniyeh.
“Saya kira semua, termasuk indonesia mengecam keras kekerasan dan pembunuhan seperti itu,” jelas Jokowi.





