spot_img

Lippo Cikarang, Dulu Raja ‘Penyayang’ Kini ‘Tendang’ Konsumen

Awal mula Lippo Cikarang dapat ditarik mundur pada tahun 1991. Kala itu, Bos Lippo Mochtar Riady, diminta untuk meneruskan proyek kawasan industri di Cikarang seluas 5.000 hektar yang mandek akibat resesi ekonomi 1991. Pengambilalihan ini menjadikan Lippo Cikarang sebagai portofolio kedua Riady usai mendirikan Lippo Karawaci, Tangerang. Karena itu dia berambisi dan serius menjalankan proyek tersebut.

Bagi Riady, lahan tandus dan tak bernilai justru adalah ‘mata pencaharian’ paling potensial. Maka, seperti yang sudah-sudah, dia berupaya meningkatkan nilai guna lahan tandus dengan menyulapnya menjadi lahan industri dan perumahan. Semakin tinggi nilai guna, semakin mahal harga tanahnya. Dan pengembang pun bisa cuan banyak.

- Advertisement -

Alhasil, mengutip otobiografinya berjudul Manusia Ide (2016), Riady bekerjasama dengan investor dari Jepang (Sumimoto Group), Korea (Hyundai), dan Taiwan. Besarnya investasi ini berdampak pada cepatnya proses pembangunan. Megaproyek selesai dalam waktu dua tahun. Cikarang yang awalnya lahan tandus berhasil disulap menjadi pusat industri besar.

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini