“Kesemuanya bukanlah saksi atau pelaku sejarah yang melihat, mendengar dan mengalami sendiri peristiwa atau sejarah hidup menuntut ilmu di UGM bersama Jokowi,” ungkapnya.
Kata Khozinudin, keterangan yang dihasilkan hanya sampai pada derajat ‘testimoni de auditu’ dan bukan kesaksian yang memberikan keyakinan. “Semestinya kawan se kampus Jokowi lebih memiliki bobot untuk memberikan keterangan yang menyaksikan Jokowi benar-benar mahasiswa dan alumni UGM,” papar Khozinudin.
- Advertisement -
Ditinjau dari aspek materi pernyataan, hanyalah penyampaian informasi yang tanpa didampingi atau disertai bukti-bukti. Sehingga, menjadi sulit bagi publik untuk meyakini kebenarannya.






