Mohammad Riza Ahmadi, desainer Mada 9, mengatakan kepada Tolo News bahwa dia berharap mobil tersebut akan menjadi mercusuar bagi negara itu. “Mobil ini akan menjadi duta dan akan melaju melintasi Afghanistan serta menyampaikan nilai ilmu kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Institut Vokasi dan Teknik Afghanistan, Ghulam Haidar Shahama, mengatakan meski belum ada rekaman yang menunjukan seberapa cepat mobil ini bisa melaju, ia yakin bahwa mesinnya cukup bertenaga untuk memungkinkan pengemudi meningkatkan kecepatan. “Tujuan utamanya memasang mesin listrik di dalamnya,” tambahnya.





