“Jadi kereta cepat kita sepakat dengan China angkanya itu US$ 1,2 billion. Kita sedang rapikan, memang ada beberapa item soal kajian pajak, biaya clearing frekuensi dan sebagainya,” ungkap Kartika dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR. (AHM/dtk)
Copyright © KeuanganNews.ID All Rights Reserved




