5.Lepas Cadar dan Abaya
Salah satu hal mencolok dari perubahan Arab Saudi adalah tidak ada lagi aturan segregasi dan praktik sosial yang ketat. Menurut laporan The National, Januari lalu, para pelancong di Bandara Internasional King Khalid Riyadh terlihat mengantre bea cukai di jalur yang sama.
Selain itu, mayoritas perempuan pun terlihat tidak bercadar dan beberapa tidak menggunakan Abaya. Ini merujuk pakaian tradisional panjang yang biasa dipakai wanita di kawasan Teluk dan sempat wajib di Arab Saudi.
“Mengunjungi Arab Saudi secara keseluruhan adalah pengalaman yang berbeda pada 2008 dibandingkan saat ini, yaitu aturan ketat mengenakan abaya dan kerudung serta pemisahan jenis kelamin yang mencolok,” kata seorang turis Mesir yang mengunjungi keluarga besarnya di Jeddah, Samia.
Hal sama juga dikatakan salah satu pekerja di Dubai dan Abu Dhabi sejak 2008, Susan Parker. Parker mengatakan, sebagai perempuan asing yang belum menikah, sebelumnya dia tidak bisa mendapatkan visa pengunjung untuk pertemuan dengan klien di ibu kota, tetapi sekarang tidak lagi.
“Tidak ada kata sifat yang cukup besar untuk menggambarkan perubahan yang telah dilihat Riyadh,” ujarnya terkejut melihat Riyadh kini.
“Sikapnya sangat terbuka, ramah dan berpikiran maju,” kata kepala komunikasi untuk Cenomi Group itu. “Semua orang benar-benar merasa mereka berperan dalam perubahan ini.”




