KNews.id – Jakarta – Penyakit dengki tidak hanya merusak hubungan antarmanusia, tetapi juga mendatangkan berbagai keburukan bagi pelakunya.
Imam Abu Laits As-Samarqandi menjelaskan bahwa dengki merupakan salah satu sifat paling berbahaya karena dapat menimbulkan lima bencana yang terlebih dahulu menimpa orang yang dengki sebelum mengenai orang yang didengkinya.
Dalam kitab Tanbihul Ghafilin, Imam Abu Laits As-Samarqandi menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang lebih jahat daripada dengki. Karena dengki itu akan mengakibatkan lima macam bencana kepada orang yang dengki, sebelum menimpa kepada orang yang dihasud.
Kelima macam bencana itu adalah kegelisahan yang terus-menerus, musibah yang tiada berpahala, celaan yang tiada terpuji, murka dari Tuhan, dan pintu pertolongan tertutup baginya.
Diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda:
إن لنعم الله أعداء فقيل : ومن هم؟ فقال : الذين يحسدون الناس على ما آتاهم الله من فضله
“Ingatlah bahwa bagi nikmat-nikmat Allah itu ada musuhnya.” Rasulullah SAW ditanya, “Wahai Rasulullah, siapakah musuh nikmat-nikmat Allah itu?”
Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang yang dengki terhadap orang-orang yang diberi karunia oleh Allah Ta’ala.”
Yazid Ar-Raqqasyi meriwayatkan dari Al-Hasan, dari Nabi Muhammad SAW bahwa beliau bersabda,
اِياَّ كُم وَالحَسَدَ فَاِنَّ الْحَسَدَ يَاْ كُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَاْ كُلُ النَّارُ الحَطَبَ
“Sesungguhnya iri hati dan dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.”
Dengan sanad seperti itu, Ibrahim bin Aliyyah meriwayatkan dari Ubbad bin Ishaq, dari Abdur Rahman bin Mu’awiyah bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ada tiga hal yang seseorang tidak akan selamat dari ketiganya, yaitu prasangka, dengki, dan takut sial karena sesuatu.”
Ditanyakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah yang bisa menyelamatkan dari ketiganya itu?”
Rasulullah SAW bersabda, “Jika kamu dengki maka janganlah kamu lanjutkan, jika kamu berprasangka maka janganlah kamu buktikan, dan jika kamu merasa takut sial karena sesuatu maka janganlah kamu hiraukan.”
Dalam bukunya, Imam Abu Laits As-Samarqandi menerangkan, jika ada rasa dengki di dalam hatimu, maka janganlah kamu nyatakan dan janganlah kamu mengucapkan sesuatu tentang apa yang kamu dengkikan itu. Karena Allah tidak akan menghukum kamu dengan apa yang ada di dalam hati selama belum kamu ucapkan dengan lisan atau kamu kerjakan dengan perbuatan.
Mengenai prasangka, jika kamu mempunyai prasangka yang tidak baik kepada sesama Muslim, maka janganlah kamu berusaha untuk menyelidikinya selama hal itu tidak kelihatan.
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لاَ تَحَاسَدُوْا ، وَلاَ تَنَاجَشُوْا ، وَلاَ تَبَاغَضُوْا ، وَلاَ تَدَابَرُوْا ، وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ ، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا ، اَلْـمُسْلِمُ أَخُوْ الْـمُسْلِمِ
Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Janganlah kamu saling membenci, dengki-mendengki, dan janganlah menawar barang untuk menjerumuskan orang lain, dan jadilah kamu hamba-hamba Allah yang bersaudara.”





