spot_img

Australia Evakuasi Warga dari Kapal Wabah Hantavirus, Penumpang Wajib Karantina

KNews.id – Jakarta – Pemerintah Australia berencana mencarter penerbangan khusus guna mengevakuasi warganya dari kapal pesiar mewah MV Hondius.  Langkah ini diambil menyusul adanya wabah hantavirus yang terdeteksi di kapal berbendera Belanda tersebut.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Jumat (8/5/2026) pekan lalu, tercatat delapan orang yang sempat berada di kapal tersebut jatuh sakit.

- Advertisement -

Dari jumlah tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, yakni pasangan asal Belanda dan seorang warga negara Jerman. Menteri Lingkungan Hidup Australia Murray Watt menyampaikan bahwa proses pemulangan warga negara Australia akan mencakup empat warga negara Australia.

“Hal ini dilakukan melalui penerbangan yang didukung oleh pemerintah Australia, dan kami memperkirakan mereka akan segera kembali ke Australia dalam waktu dekat,” ujar Watt kepada wartawan di Canberra, Senin (11/5/2026).

- Advertisement -

Sementara itu, Menteri Kesehatan Australia Mark Butler menegaskan bahwa seluruh penumpang yang dievakuasi wajib menjalani karantina selama minimal tiga minggu.

Fasilitas karantina tersebut telah disiapkan di wilayah Australia Barat. “Saya ingin menekankan bahwa tanggung jawab utama kami sebagai pemerintah, tentu saja, adalah menjaga komunitas kami agar tetap aman dan sehat,” kata Butler. Dia menambahkan bahwa langkah ini juga merupakan bentuk perlindungan bagi para penumpang itu sendiri.

“Kami juga memiliki tanggung jawab terhadap para penumpang tersebut, untuk membawa mereka pulang dan melindungi mereka dari risiko sekecil apa pun, terkait potensi penularan virus tanpa mereka sadari,” lanjutnya.

Selain Australia, sejumlah negara seperti Spanyol, Prancis, dan Amerika Serikat juga telah mengevakuasi warga mereka dari MV Hondius. Kapal tersebut saat ini diketahui sedang bersandar di dekat Tenerife, pulau terbesar di Kepulauan Canary.

Direktur Kesehatan Masyarakat Selandia Baru Corina Grey, menyatakan bahwa layanan kesehatan di negaranya memiliki kapasitas yang memadai untuk mendukung tindakan karantina jika memang diperlukan.

Di sisi lain, meskipun WHO telah merekomendasikan masa karantina selama 42 hari bagi seluruh penumpang, para ahli meminta masyarakat untuk tidak panik.

- Advertisement -

Para ahli mengingatkan bahwa hantavirus jauh lebih sulit menular dan memiliki risiko yang jauh lebih kecil dibandingkan pandemi Covid-19 yang pernah terjadi sebelumnya.

(RD/KPS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini