“Arab Saudi marah atas kurangnya dukungan AS untuk intervensi mereka dalam perang saudara Yaman dan atas upaya pemerintahan Biden untuk mencapai kesepakatan dengan Iran mengenai program nuklirnya,” tulis media itu mengutip sumber kala itu.
“Para pejabat Arab Saudi mengatakan mereka terkejut dengan penarikan mendadak AS dari Afghanistan tahun lalu,” tambahnya.
Berteman dengan Iran
Baru-baru ini, Arab Saudi juga membuat kejutan dengan memutuskan untuk melanjutkan kembali hubungan diplomasinya dengan Iran. Padahal, Washington dan mitranya di Timur Tengah, Israel, masih memandang Iran sebagai negara yang menyimpan ancaman regional besar.
Lagi-lagi, China berperan aktif dalam kesepakatan ini. Kesepakatan keduanya muncul saat perwakilan kedua negara bertemu di Beijing, China, 10 Maret lalu.




