Sebelum memutuskan bahwa peristiwa 1965 pelanggaran HAM berat, menurut Rocky, Jokowi harus konsultasi terlebih dulu ke lembaga riset dan Komnas HAM. “Ketergesaan Jokowi memunculkan kecurigaan, Apakah ini ada permintaan China?” tanya Rocky.
Konflik 1965 mempunyai dua aspek, internal dan ekstral. Internal persainngan politik antara PKI dan TNI yang ingin menguji Bung Karno. Dua kekuatan yang bersaing. TNI punya senjata. PKI mempunyai senjata dengan angkatan kelima.
Secara masif PKI ingin menguasai Indonesia sesuai perubahan politik di Asia Tenggara. bagi TNI tantangan pki harus dihadapi. dua kekuatan politik bersaing untuk mendapatkan restu Bung karno.
“Persaiangan ini Amerika dan masuklah negara adi daya ini dalam peristiwa 1965. Ada aspek internasional yaang menyebabkan korban. Korban ada dua PKI yang terseret bahkan ada yang tidak terlibat PKI ikut terseret. Ini kondisi yang rumit,” jelasnya. (Ach)




