spot_img

Salah Orang! Trump Keliru Tawarkan Jabatan Jubir Gedung Putih kepada Bos UFC

KNews.id – Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump diperkirakan salah paham dengan secara terbuka menawarkan posisi juru bicara Gedung Putih kepada Dana White, CEO Ultimate Fighting Championship (UFC).
Padahal posisi itu sepertinya ditawarkan kepada Dana White yang lain.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Dana White yang hebat, seorang Petarung dan Pejuang tangguh, telah ditawari pekerjaan sebagai Juru Bicara Amerika Serikat,” tulis Trump pada Sabtu di Truth Social pada Sabtu (7/11).

- Advertisement -

Trump mengatakan dirinya meminta White membawa sejumlah “asisten”, dengan menyebut enam petarung UFC hingga mengunggah foto mereka dalam postingannya tersebut.

“Kita membutuhkan orang-orang ini untuk membela kita dari Lunatic Left (Sayap Kiri Gila). Dana akan menjadi Juru Bicara yang tidak ada duanya. Dana, tolong terima pekerjaan ini!” ucap Trump lagi.

- Advertisement -

Pada Sabtu, Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung bahkan mengunggah ulang (repost) pesan presiden tersebut, disertai komentar, “Hell yeah! Do it, @DanaWhite!”

CNN telah menghubungi Gedung Putih dan UFC untuk meminta komentar tapi belum terjawab.

Namun, seorang sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan CEO UFC tersebut telah menolak gagasan yang tidak lazim tersebut.

White juga menghindari pertanyaan mengenai tawaran tersebut dalam konferensi pers pada Sabtu. Ia hanya mengatakan berencana terbang ke Washington, DC, untuk bertemu Trump pada Senin.

Dana White telah bertahun-tahun menjadi salah satu sekutu Trump yang paling menonjol. Ia berbicara dalam tiga Konvensi Nasional Partai Republik terakhir dan membantu Partai Republik menjangkau pemilih laki-laki muda, kelompok yang berperan penting dalam kembalinya Trump ke Gedung Putih.

seorang ajudan lantas mengatakan Trump hanya bercanda mengenai tawaran tersebut. Unggahan presiden itu muncul ketika dirinya masih mencari juru bicara baru setelah Karoline Leavitt meninggalkan jabatan tersebut dan Katie Zacharia hanya bertahan selama lima hari.

- Advertisement -

Trump kesulitan menemukan seseorang untuk mengisi posisi penting yang sangat menjadi perhatian pribadinya ini. Persoalan ini semakin krusial setelah Partai Demokrat memenangkan kendali Kongres dan berjanji akan menyelidiki pemerintahannya.

Trump memecat Zacharia setelah satu sesi pengarahan pers yang berlangsung kacau hingga terbongkar bahwa perempuan tersebut mengaku tak pernah lulus ujian sebagai pengacara (bar exam), meski dia berulang kali menyatakan diri sebagai pengacara. Pemecatannya menjadikan Zacharia sebagai juru bicara Gedung Putih dengan jabatan terpendek (lima hari) dalam sejarah.

Leavitt, yang menjabat sebagai juru bicara selama satu setengah tahun, meninggalkan posisinya pada Agustus dengan alasan ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya. Bulan ini, ia bergabung dengan Fox News sebagai kontributor.

(NS/CNN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini