spot_img

Investasi Air Dalam Kemasan Memaksanakan Kehendak Masyarakat Adat Suku Srer Dengan Menggelar Sosialisasi bersama Gubernur dan Bupati Sorong Selatan

KNews.id – Bantaran Sungai Sembra 26 Oktober 2026 – Kegiatan berlansung dihadiri oleh pihak Investor (Pak Andi) dan Bupati Sorsel (Ibu Petronela Krenak) serta Gubernur Papua Barat Daya (Bpk Elisa Kambu) yang berlansung di tenda dalam pagar area wisata sungai Sembra, Kampung Srer, Distrik Seremuk, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, Agenda tersebut dilapangan terpantau terkesan memaksanakan kehendak masyrakat, karena masyrakat belum laksanakan Gelar Tikar Adat tentang hak masing-masing marga secara internal suku Srer.

Seusai pertemuan antar investor dan pemerintah serta sebagian masyarakat yang masuk kelompok menerima, lalu Gubernur dan Bupati Sorong Selatan kemudian mendatangi masa aksi dan menerima aspirasi oleh Masyarakat Adat yang menolak.

- Advertisement -

Bapak Fredrik Serkadifat yang mewakili masa aksi menyampaikan:

“saya orang pertama dan pribumi dari Kali Sembra dan tanah Srer, saya sampaikan ke Bapa Gubernur Papua Barat Daya, Bupati Sorong Selatan, saya sebagai Pribumi tidak mengetahui (undangan kegiatan) Bapa dan Ibu masuk di kali sembra untuk kegiatan ini, saya sedikinpun tidak tau, dan hari ini saya sebagai Pribumi dan Orang Tua, saya menolak secara murni perusahaan ini”

- Advertisement -

Karolis Kalilago (Pemuda Adat Suku Srer) mengatakan:

“100 tolak investor ini karena merusak lingkungan ruang hidup masyarakat adat, untuk ke depan kalau perusahaan masuk nanti masyarakat mau hidup dimana? Orang tua jangan piker sesat tapi pikir ke depan karena kita pu anak-anak ini masi hidup, kalau kita mo kasi lingkungaan nanti ke depan bagamana? Karena kita Suku Srer ni wilayah peta adat kecil saja”

Masa aksi memegang spanduk bener bertulis kata-kata Gubernur Papua Barat Daya (orang Jakarta punya hutan, jendral punya hutan, konglomerat punya hutan, orang papua tidak punya, kita hanya numpang)

Setelah menerima aspirasi Gubernur menyatakan:

“Saya bertanggungjawab atas saya perkataan, saya bawa investor yang bantu masyarakat disini, jadi mari kita musywarah, karena banyak sebagain besar juga sudah menerima, yang penting investasi yang baik dan bukan yang merusak”

Pada momen acara ketika sambutan Dewan Adat Knaisamus, Ketua Bpk Fredrik Sagisolo mengatakan: “Investor dan Pemrintah saya harap jangan dulu beroprasi, sebelum suku ini suku Srer gelar tikar adat terlebih dulu, agar kami bisa atur hak masing-masing marga”

- Advertisement -

#Save Sembra
#Sembra Hidupku

(FHD/NRS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini