KNews.id – Jakarta – Kepolisian London menangkap lebih dari 40 orang setelah dua demonstrasi besar yang saling berseberangan memadati ibu kota Inggris pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Aksi kelompok sayap kanan Unite the Kingdom yang dipimpin Tommy Robinson berlangsung bersamaan dengan demonstrasi pro-Palestina memperingati Hari Nakba.
Dikutip dari ITV, Minggu, 17 Mei 2026, Kepolisian Metropolitan (Met Police) telah mengerahkan operasi pengamanan besar-besaran senilai 4,5 juta poundsterling untuk mengantisipasi bentrokan dan gangguan keamanan.
Dalam operasi tersebut, polisi menurunkan kendaraan lapis baja, pasukan berkuda, anjing pelacak, drone, helikopter, hingga sekitar 4.000 personel yang dilengkapi teknologi pengenalan wajah langsung (live facial recognition).
Hingga pukul 19.30 waktu setempat, Met Police mencatat sedikitnya 43 orang ditangkap terkait kedua demonstrasi tersebut. Selain itu, 22 penangkapan lain dilakukan dalam insiden terpisah pada laga final Piala FA.
Empat petugas polisi dilaporkan mengalami serangan fisik ringan, sementara enam lainnya menjadi korban tindak pidana kebencian. Pihak kepolisian sebelumnya memperkirakan sekitar 50 ribu orang menghadiri aksi Unite the Kingdom dan 30 ribu orang mengikuti reli Hari Nakba.
Namun, penyelenggara aksi pro-Palestina mengklaim jumlah peserta mencapai sekitar 250 ribu orang. Di sisi lain, Tommy Robinson melalui platform X menyebut demonstrasinya dihadiri “jutaan patriot.” Dalam aksi Unite the Kingdom, massa terlihat membawa bendera Union Jack dan Salib St. George.
Teknologi Pengenal Wajah
Sementara itu, peserta aksi pro-Palestina mengibarkan bendera Palestina dan membawa spanduk anti-sayap kanan serta seruan penghentian dukungan senjata untuk Israel. Tommy Robinson juga memimpin yel-yel dukungan untuk Elon Musk dan memberikan penghormatan kepada aktivis konservatif AS Charlie Kirk yang meninggal tahun lalu.
Aktor Laurence Fox dan tokoh televisi Ant Middleton turut tampil sebagai pembicara dalam aksi kelompok sayap kanan tersebut. Di kubu pro-Palestina, mantan pemimpin Partai Buruh Jeremy Corbyn menyerukan perubahan kebijakan ekonomi, sosial, dan internasional di Inggris. “Kebencian dan perpecahan tidak akan menyelesaikan persoalan masyarakat,” kata Corbyn.
Anggota parlemen Diane Abbott dan Zarah Sultana juga ikut memberikan pidato dalam demonstrasi Hari Nakba.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy memperingatkan aparat akan bertindak cepat jika demonstrasi berubah menjadi kekerasan. Lammy menuding penyelenggara aksi Unite the Kingdom menyebarkan kebencian dan perpecahan yang bertentangan dengan nilai-nilai Inggris.
Dalam pengamanan tersebut, polisi juga menggunakan teknologi pengenal wajah langsung untuk pertama kalinya dalam operasi pengamanan aksi protes di kawasan Camden.
Namun, penggunaan teknologi itu menuai kritik. Komisaris Biometrik dan Kamera Pengawas Inggris Profesor William Webster memperingatkan polisi berpotensi menghadapi gugatan hukum karena akurasi sistem masih diperdebatkan.




