KNews.id – Jakarta – Bulan Rabiulawal atau bulan Maulid menjadi saksi lahirnya manusia paling mulia, Rasulullah SAW, yang membawa pencerahan dan rahmat bagi seluruh alam.
Memperingati Maulid Nabi bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, melainkan sarana menumbuhkan rasa cinta (mahabbah) serta rasa syukur kepada Allah SWT.
Lantas, apa saja amalan saat Maulid Nabi yang dianjurkan? Serta bacaan shalawat apa saja yang bisa kita amalkan?
Amalan saat Maulid Nabi Muhammad SAW
Dalam Al-Hawi lil Fatawi, Imam As-Suyuthi mengutip penjelasan Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya diisi dengan segala amalan kebaikan yang mengekspresikan rasa syukur kepada Allah SWT.
Berikut empat amalan utama yang sangat dianjurkan saat Maulid:
Membaca Al-Qur’an dan Menyimak Sirah Nabawiyah
Membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an serta mempelajari kisah perjalanan hidup (sirah) Rasulullah SAW untuk mengambil iktibar dan meneladani keteguhan akhlak beliau.
Bersedekah dan Memberi Makan
Menjamu jemaah majelis, memberikan santunan kepada anak yatim, serta membagikan makanan kepada fakir miskin dapat menjadi bagian dari amalan saat Maulid Nabi. Sedekah juga memiliki keutamaan sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR Muslim)
Memperbanyak Zikir dan Doa Bersama
Mengagungkan nama Allah SWT dan memohon keberkahan bagi keselamatan keluarga, masyarakat, dan bangsa.
Membaca Puji-Pujian dan Sholawat
Melantunkan kitab-kitab maulid klasik seperti Maulid Al-Barzanji, Maulid Diba’i, atau Simtudduror yang berisi pujian atas keagungan Rasulullah SAW.
Menghidupkan Sunnah dan Akhlak Nabi di Rumah
Perayaan Maulid Nabi tidak berhenti saat majelis berakhir. Esensi sejati dari peringatan ini adalah membawa pulang semangat meneladani akhlak Rasulullah SAW ke dalam kehidupan sehari-hari:
Bersikap Lemah Lembut
Meneladani sifat lemah lembut Rasulullah SAW yang tidak pernah membentak atau bersikap kasar. Allah SWT berfirman dalam Surah Ali ‘Imran: 159:
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ
“Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu.”
Menghidupkan Salat Sunnah dan Mengaji Bersama
Merutinkan salat sunnah rawatib atau tahajud dan tadarus Al-Qur’an bersama keluarga di rumah.
Membiasakan Berbagi dengan Sesama
Memasak makanan di rumah untuk dibagikan kepada tetangga sekitar sebagai wujud syukur atas bulan kelahiran Nabi.
Menjaga Kebersihan
Menjaga kebersihan rumah dan membantu pekerjaan rumah tangga sebagaimana kebiasaan Rasulullah SAW.
Macam-macam Bacaan Sholawat yang Bisa Diamalkan
Untuk melengkapi kemuliaan momen Maulid, berikut beberapa bacaan sholawat yang populer dan dapat diamalkan:
1. Sholawat Ibrahimiyah
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Allahumma shalli ‘ala Muhammadin wa ‘ala ali Muhammad, kama shallaita ‘ala Ibrahima wa ‘ala ali Ibrahima, innaka hamidun majid.
2. Sholawat Nariyah
اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدِ ࣙالَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وِصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman `alâ sayyidinâ Muḫammadinil-ladzi tanḫallu bihil-`uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdlâ bihil-ḫawâiju wa tunâlu bihir-raghâ’ibu wa ḫusnul-khawâtimi wa yustasqal-ghamâmu biwajhihil-karîmi wa `alâ âlihi wa shaḫbihi fî kulli lamḫatin wa nafasin bi`adadi kulli ma`lûmilak(a)
3. Sholawat Thibbil Qulub
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ لْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Allâhumma shalli ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin thibbil qulûbi wa dawâ-ihâ wa ‘âfiyatil abdâni wa syifâ-ihâ wa nûril abshâri wa dliyâ-ihaa wa ‘alâ âlihî wa shahbihî wa sallim
4. Sholawat Ma’tsurah
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَاحِبِ النَّسَبِ الشَّرِيْفِ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Allahumma shalli ‘ala sayyidina muhammadin shahibin nasabisy-syarifi wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallim.






