KNews.id – Jakarta – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, selama sekitar 2,5 jam pada Selasa (17/9/2024).
Andi menyebutkan, salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan dengan Jokowi adalah kistruh kepemimpinan di Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
“Jadi jangan ada lagi yang mendorong Presiden mengeluarkan Keppres, karena presiden sudah menegaskan dikembalikan kepada internal kadin,” ujar Andi. Ia pun tak rela Jokowi dianggap cawe-cawe menyusul isu yang beredar adanya praktik timbal balik jabatan sehingga terjadi Munaslub kadin.
“Pak Jokowi tegaskan, ‘Tidak ada Mas Andi. Urusan saya dengan parpol atau ada timbal balik, enggak ada. Tidak ada timbal balik apapun sehingga terjadi munas Kadin’. Presiden menegaskan ke saya langsung, enggak ada itu,” kata Andi.
Kadin tengah mengalami konflik internal karena perebutan kursi ketua umum lewat musyawarah nasional luar biasa (munaslub) pada akhir pekan lalu.
Munaslub memutuskan mengganti posisi ketua umum dari Arsjad Rasjid ke Anindya Bakrie karena Arsjad dianggap melanggar anggaran dasar Kadin soal independensi Kadin sebagai organisasi nonpolitik.
Namun, Arsjad membantah telah melanggar aturan atas keputusannya menjadi ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD pada Pemilihan Presiden 2024 lalu. Ia menjelaskan, sebelum memimpin TPN Ganjar-Mahfud, ia sudah mengambil cuti dan berkoordinasi dengan para wakil ketua umum serta ketua umum daerah Kadin Indonesia.
“Saya memutuskan menjadi salah satu ketua dalam tim pemenangan yang lalu. Itu pun saya ajak bicara teman-teman,” kata dia dalam konferensi pers di Hotel JS Luwansa, Minggu (15/9/2024).
Arsjad pun bilang, tanpa mengambil cuti, keputusan untuk menjadi ketua tim pemenangan sebenarnya disebut tidak melanggar Aturan Dasar atau Aturan Rumah Tangga (AD/ART) Kadin Indonesia.
“Pada waktu itu, waktu saya mau cuti teman-teman sudah mengatakan kepada saya tidak perlu itu. Karena betul sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga tidak perlu saya melakukan cuti atau berhalangan hadir,” kata Arsjad.
“Namun saya putuskan, saya bilang sama teman-teman, teman-teman kita harus memperlihatkan good governance,” ujar dia.






