Xi Jinping : Inovasi China Relatif Lemah, Serta Para Ilmuwan Sudah Kewalahan
1 min read

Xi Jinping : Inovasi China Relatif Lemah, Serta Para Ilmuwan Sudah Kewalahan

KNews.id – Presiden China, Xi Jinping, mengatakan negaranya menghadapi beberapa tantangan dalam kompetisi menjadi sumber teknologi dunia. Ia blak-blakan mengakui inovasi China relatif lemah, serta para ilmuwan sudah kewalahan.

“Saat ini perang yang kami hadapi adalah kompetisi internasional,” kata Xi Jinping, dikutip dari Business Insider. Xi Jinping tak menampik bahwa perkembangan sains dan teknologi di negaranya sangat pesat. Kendati demikian, kapabilitas inovasi China dinilai masih lemah.

Dalam pidatonya waktu setempat, Xi Jinping menyebut kata inovasi sebanyak 55 kali. Hal itu merujuk pada pengembangan kecerdasan buatan (AI), teknologi kuantum, bioteknologi, dan energi baru.

Menurut Xi Jinping, gebrakan teknologi China saat ini masih terlalu luas terbagi-bagi di berbagai sektor. Ia mengatakan perlu dilakukan koordinasi yang lebih harmonis dalam mengembangkan teknologi AI.

Ia menegaskan hal terpenting dalam menggenjot inovasi adalah kemandirian dalam negeri, terutama dalam menghadapi berbagai penjegalan dari Amerikas Serikat (AS) dan sekutunya.

“Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi serta pergulatan antara negara adidaya saling terkait,” kata Xi Jinping. Meski tak blak-blakan menyebut AS, Xi Jinping menekankan bahwa China harus segera menyelesaikan tantangan terkait teknologi-teknologi inti yang saat ini dikontrol asing.

Pernyataan tersebut dibuat usai AS mengancam untuk memperluas sanksi ke China dalam mengakses teknologi semikonduktor canggih. Salah satunya dengan memblokir Huawei untuk membeli komponen inti untuk mengembangkan semikonduktor canggih.

Lebih lanjut, Xi Jinping mengakui ada krisis talenta digital yang mumpuni untuk berkompetisi di sektor AI. Menurut dia, China perlu meningkatkan sistem insentif untuk memberikan penghargaan lebih baik baga ilmuwan dan pakar teknologi untuk pengembangan AI.

“Kita harus meningkatkan rasa urgensi kita. Kita harus melangkah lebih jauh dalam upaya berinovasi untuk menempati posisi terdepan dalam persaingan sains dan teknologi serta pengembangan masa depan,” ia menuturkan.

(Zs/cnbc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *