spot_img

Usai Harga BBM Melonjak, Lagu ‘2019 Ganti Presiden’ Kembali Menggema di Medsos

KNews.id – Jakarta – Media sosial diramaikan dengan lagu ‘2019 Ganti Presiden’ yang dinyanyikan para pendukung Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Lagu tersebut kembali menjadi sorotan setelah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi khususnya Pertamax menjadi Rp 16.250.

Lirik lagu tersebut dinarasikan atas keresahan masyarakat menyikapi kenaikan harga BBM yang mulai diterapkan pada Rabu (10/6) dini hari.

- Advertisement -

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyatakan viralnya lagu tersebut merupakan bentuk ekspresi masyarakat atas kenaikan harga BBM. Namun, ia menegaskan pihaknya taat pada konstitusi terkait pesta demokrasi yang digelar lima tahun sekali.

“Ya sebenarnya kan dengan presiden dipilih langsung oleh rakyat, maka mandat dari presiden itu fixed dalam lima tahun. Kecuali ada pelanggaran terhadap konstitusi. Itu sistem politik yang kita anut,” kata Hasto di Jakarta, Kamis (11/6).

- Advertisement -

Hasto tak memungkiri, kenaikan harga BBM nonsubsidi berpotensi mengguncang prekonomian kelas menengah. Menurutnya, kenaikan harga BBM seharusnya menjadi opsi paling akhir.

“Ya kalau kita lihat ini kan sebagaimana diungkapkan salah satu media, ini kan mengguncangkan kelas menengah,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah seharusnya dapat membuka mata atas setiap kritik masyarakat. Ia menyebut, publik saat ini resah atas kebijakan pemerintah yang tidak mengedepankan kepentingan rakyat.

“Banyak kebijakan-kebijakan yang harus dilakukan seperti konsolidasi fiskal, gerakan penghematan secara nasional, pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu, kritik terhadap MBG yang ternyata juga banyak korupsi di dalam program populis tersebut, ini yang seharusnya dilakukan terlebih dahulu oleh pemerintah,” pungkasnya.

(NS/JAW)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini