“Komisi VI DPR RI meminta BSI untuk mempercepat aksi korporasi dalam rangka peningkatan capital adequacy ratio [CAR] agar dapat meningkatkan fungsi intermediasi dan mampu bersaing dengan bank lainnya,” kata Ketua Komisi VI DPR M. Sarmuji.
Sebagai informasi, per semester-I 2022, pembiayaan BSI tumbuh 18,55% secara tahunan (yoy) menjadi Rp191,29 triliun. pembiayaan mikro tumbuh 31,13% yoy, konsumer naik 21,66% yoy, wholesale 20,34% yoy, pembiayaan kartu 22,87% yoy dan gadai emas bertumbuh 20,07% yoy. Dalam keterbukaan informasi, BRIS akan menambah modal dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 6 miliar saham.(Ach/Ibn)




