spot_img

Trump Balas Pernyataan Iran: Invasi Darat Hanya Buang Waktu

KNews.id – Jakarta – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengaku tak takut jika Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan invasi darat. Presiden AS Donald Trump mengatakan invasi darat cuma buang-buang waktu.

Dilansir Press TV, Jumat (6/3/2026), hal itu disampaikan Araghchi saat berbicara dalam wawancara eksklusif dengan NBC News dari Teheran, Iran, pada Kamis (5/3) waktu setempat. Araghchi dengan tegas menolak anggapan ketakutan Iran terkait potensi invasi darat AS.

- Advertisement -

“Tidak, kami menunggu mereka,” katanya ketika ditanya apakah ia takut akan kemungkinan invasi darat AS.

Dia mengatakan invasi darat akan menjadi bencana besar bagi AS. Dia menyatakan Iran siap menghadapi AS-Israel.

- Advertisement -

“Karena kami yakin bahwa kami dapat menghadapi mereka, dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka,” ujarnya.

Komentar tersebut muncul di tengah meluasnya perang melawan Iran yang dimulai dengan agresi besar-besaran AS dan Israel pada hari Sabtu (28/2). Araghchi mengatakan Iran belum meminta gencatan senjata dan tetap berkomitmen untuk melawan agresi.

Araghchi menyinggung perang 12 hari di bulan Juni tahun lalu, ketika Israel dan AS menargetkan fasilitas nuklir Iran. Dia mengatakan Israel yang meminta gencatan senjata saat itu.

“Kami bahkan tidak meminta gencatan senjata pada saat itu. Pada saat sebelumnya, Israel yang meminta gencatan senjata, setelah 12 hari kami melawan agresi mereka,” tuturnya.

Araghchi juga membahas serangan AS-Israel terhadap sebuah Sekolah Dasar di Minab, Iran selatan, yang menewaskan 171 anak-anak. Dia sepenuhnya membebankan tanggung jawab kepada militer AS dan Israel.

“Inilah yang dikatakan militer kami. Jadi, entah AS atau Israel. Apa bedanya?” tanyanya, mengutuk serangan itu sebagai pelanggaran berat terhadap warga sipil.

- Advertisement -

Dia menyatakan kekecewaan yang mendalam terhadap negosiasi dengan AS. Dia mengatakan pemerintahan AS saat ini telah melakukan pengkhianatan berulang kali.

“Faktanya adalah kami tidak memiliki pengalaman positif dalam bernegosiasi dengan Amerika Serikat, terutama dengan pemerintahan ini,” kata Araghchi.

Dia mengatakan tidak ada alasan untuk kembali terlibat dengan pihak-pihak yang bernegosiasi dengan iktikad buruk. Dia menyebut AS menyerang Iran di tengah negosiasi tersebut.

“Kami bernegosiasi dua kali tahun lalu dan tahun ini, dan kemudian di tengah negosiasi, mereka menyerang kami,” cetusnya.

Trump Anggap Invasi Darat Buang-buang Waktu

Presiden AS Donald Trump mengatakan mengirim pasukan darat AS ke Iran ‘buang-buang waktu’. Dia menyebut Iran telah kehilangan semuanya.

“Itu buang-buang waktu. Mereka telah kehilangan segalanya. Mereka telah kehilangan angkatan laut mereka. Mereka telah kehilangan semua yang bisa hilang dari mereka,” katanya kepada media NBC melalui telepon, dilansir kantor berita AFP, Jumat (6/3).

Trump mengatakan pernyataan Menlu Iran Araghchi adalah ‘komentar yang sia-sia’. Trump juga mengindikasikan bahwa dia ingin melihat struktur kepemimpinan Iran disingkirkan dan bahwa ‘kita ingin masuk dan membersihkan semuanya dengan cepat’.

“Kita tidak menginginkan seseorang yang akan membangun kembali selama periode 10 tahun,” katanya.

Dia mengklaim telah memiliki usulan untuk pemimpin baru Iran, tetapi menolak untuk menyebutkan nama siapa pun. Trump sebelumnya juga mengatakan bahwa dia ‘harus terlibat’ dalam penunjukan pemimpin Iran berikutnya setelah serangan AS-Israel menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.

(RD/DTN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini