Terseret Megaskandal BLBI, Begini Gerak Saham Grup Bakrie!

KNews.id- Megaskandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) menyeret keluarga politikus sekaligus pengusaha pemilik Bakrie Group. Adalah Nirwan Dermawan Bakrie dan Indra Usmansyah Bakrie yang merupakan debitur Bank Putera Multikarsa (salah satu bank penerima BLBI, bank milik pengusaha Marimutu Sinivasan) dengan utang sebesar Rp 22,7 miliar.

Keduanya diminta menghadap Ketua Pokja Penagihan dan Litigasi Tim C untuk menyelesaikan seluruh kewajibannya kepada negara.

“Menyelesaikan hak tagih negara dana BLBI setidak-tidaknya sebesar Rp 22.677.129.206 dalam rangka penyelesaian kewajiban debitur Bank Putera Multikarsa,” seperti dikutip pengumuman yang ditandatangani Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban.

Meskipun demikian, di pasar modal, merespons masuknya nama anggota keluarga Bakrie ke dalam pusaran kasus BLBI, saham-saham emiten Bakrie Group malah cenderung tak bergerak naik.

Berikut gerak saham-saham grup Bakrie pada perdagangan hari ini, di sesi I, Kamis ini (16/9), mengacu data BEI:

Emiten Change (%) Harga Market Cap (Rp triliun)
BUMI 1.85 55 4.1
BNBR 0.00 50 1.1
BRMS -1.10 92 8.6
UNSP -3.40 114 0.3
BTEL 0.00 50 1.8
ELTY 0.00 50 2.2
DEWA 0.00 50 1.1
VIVA 3,92 53 0,8
MDIA 3,92 53 2.1

Dari 9 emiten yang terafiliasi dengan keluarga Bakrie terdapat tiga saham yang mengalami apresiasi yaitu saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), dan PT Intermedia Capital Tbk (MDIA).

Saham tambang batu bara yang terkenal dengan utangnya yang besar ini mengalami apresiasi 1,85% dan ditutup di Rp 55/unit hingga sesi I. Sementara duo saham media Bakrie naik 3,92% ke level RP 53/unit.

Sementara itu saham Grup Bakrie yang mengalami pelemahan ada dua yakni PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) dengan koreksi 1,1% ke Rp 92/unit dan PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) yang anjlok 3,4% ke Rp 114/unit.

Baca Juga   Jangan Ada Ampun untuk Pengemplang Utang BLBI

Empat emiten lainnya flat. Maklum emiten Grup Bakrie lain seperti PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) merupakan saham-saham gocap alias harga nominalnya sudah menyentuh Rp 50/unit.

Satu lagi saham PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE), pengelola Jungle Land stagnan di Rp 50/saham. Sebelumnya diberitakan, Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) meminta kehadiran keluarga Bakrie pada Jumat 17 September, pukul 09.00-11.00 WIB di Gedung Syafrudin Prawiranegara Lantai 4 Utara, Kementerian Keuangan RI, JI. Lapangan Banteng Timur 2-4, Jakarta Pusat.

Satgas BLBI menegaskan, apabila ke-13 nama yang dipanggil termasuk dua di antaranya adalah anggota keluarga Bakri tersebut tidak memenuhi kewajiban hak tagih negara, pemerintah akan menindak sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Dalam hal Saudara tidak memenuhi kewajiban penyelesaian hak tagih Negara, maka akan dilakukan tindakan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Demikian pengumuman ini untuk dipenuhi,” bunyi penutup pengumuman tersebut.

Seperti diketahui bersama BLBI merupakan kasus hukum penyelewengan dana bantuan dari BI saat ekonomi Indonesia mengalami krisis keuangan tahun 1997. Total kerugian negara akibat kasus ini ditaksir lebih dari Rp 108 triliun. (Ade/cnbc)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Contact me
email